Gini Nih 5 Fakta Bu Lurah yang Pura Pura Mati ketika akan Mau Dibunuh!


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Seorang Lurah dari Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi bernama Sri Wilujeng nyaris saja kehilangan nyawanya.

Ia sebelumnya sempat dianiaya oleh pelaku ketika berada di dalam mobil. Untuk menghindari tindak kekerasan lebih lanjut, Sri memutuskan untuk pura-pura mati. Ia lantas dibuang ke sungai yang berada di Dusun Sendangrejo, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo.

Sri ditemukan warga sekitar pukul 21.30 WIB, dengan kondisi kedua tangan terikat. Melansir TribunJatim.com, berikut ini fakta-fakta kasus yang menimpa Sri.

1.Hendak bertemu dengan seorang tokoh
via: tribunnews.com

Berdasarkan keterangan korban setelah pulih, kejadian bermula saat korban dihubungi oleh seseorang yang dikenalinya, meminta untuk bertemu dengan seorang tokoh yakni Ketua Pimpinan Cabang Nadhlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, KH Ali Makki Zaini, pada Selasa (31/7) siang.

Korban menyetujui pertemuan tersebut, dan kemudian malam harinya korban dijemput oleh dua orang mengendarai mobil.

“Korban mengenal pelaku, sehingga dia percaya saja dan mau menerima ajakan itu,” kata Kapolsek Bongorejo, Watiyo.

Setelah sempat berputar-putar ke Genteng dan Muncar, mobil yang membawa korban akhirnya mengarah ke Blokagung. Dan di sinilah korban dianiaya, menggunakan pistol mainan dan dipukul.

Seketika, korban melakukan sandiwara dengan berpura-pura mati sehingga ia pun lolos dari kedua pelaku tersebut. Namun saat ditemukan oleh warga, korban juga nyaris tenggelam karena tangan dan kakinya dalam kondisi terikat serta kepala ditutup tas plastik hitam.

2.Membawa uang tunai dalam jumlah banyak

Saat berpergian, Bu Lurah membawa uang senilai Rp 60 juta. Uang tersebut rencananya akan diserahkan kepada tokoh yang akan ditemui, yakni KH Ali Makki Zaini atau Gus Makki.

Tapi saat di tengah perjalanan, tepatnya saat korban dianiaya, uang tersebut dirampas oleh pelaku beserta barang berharga milik korban yang lainnya.

3.Gus Makki gadungan

Nama Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, KH Ali Makki Zaini, dicatut dalam kasus percobaan pembunuhan ini.

Namun Gus Makki menegaskan bahwa ia telah difitnah, ia tidak mengenali siapa sosok lurah tersebut.

Terlebih lagi alamat yang diberikan oleh pelaku berbeda dengan alamat asli Gus Makki.

Dari pengakuan korban, ia dibawa ke rumah Gus Makki yang berada di Blokagung, Kecamatan Tegalsari. Sementara rumah Gus Makki sendiri berada di Dusun Rayud, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono.

“Sehubungan dengan merebaknya kabar percobaan pembunuhan terhadap Lurah Penataban, Sri Wilujeng melalui grup WA, yang mencatut nama Gus Makki, saya, H.Muhamad Ali Makki tidak pernah kenal dengan nama-nama yang disebutkan dalam perkara tersebut,” ujarnya dalam rilis resmi yang diterima media.

“Nama Gus Makki hanya disebutkan dalam perkara tersebut, itu bukan saya, mungkin ada Gus Makki lain,” lanjutnya.

4.Pelaku tertangkap
via: tribunnews.com

Tak membutuhkan waktu lama bagi pihak kepolisian untuk menangkap pelaku kasus percobaan bunuh diri terhadap Lurah Penataban, Sri Wilujeng.

AS diamankan Polres Banyuwangi pada Rabu (1/8/2018) pagi.

“Kita sempat tunjukan foto AS kepada korban dan diakui jika benar itu orangnya. Kita juga sudah memeriksa pembantu AS, yang membenarkan jika majikannya memiliki mobil yang sama digunakan menjemput korban,” jelas Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Adityawarman.

5.Motif pelaku

Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman mengungkapkan bahwa motif kekerasan yang dilakukan AS adalah untuk memiliki uang milik Sri Wilujeng sebesar Rp 60 juta.

“Jadi AS ini bilang, Gus Makki yang meminta uang Rp 60 juta. Untuk meyakinkan, pelaku ini meminta rekannya mengaku sebagai Gus Makki melalui sambungan telpon,” kata Kapolres.

Baca Juga : Jika Di Dekati Kucing Berarti ada 3 Pertanda dari Allah. Kamu Mau Tahu?

More From: Berita Menarik