Gadis SMA 16 Tahun ini Kaget Bukan Main Saat Bangun Tidur Sudah Dipelukan Bapak Kos. Tambah Kaget Saat Melihat Celananya Sudah Melorot


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Kost-an memang menjadi penyelamat bagi para perantau, yang ingin menempuh pendidikan ataupun bekerja di kota.

Tapi untuk penghuni kost berikut ini, kost yang ia tinggali justru jadi perenggut masa depannya.

Karena di tempat itulah, kehormatannya dirampas oleh si pemilik kos, EN (38).

Semula berawal ketika S, siswi SMK di wilayah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini sedang membersihkan rumah kos yang ia tinggali, bersama ketiga rekannya, N, F, dan FR.

Tak lama berselang, istri EN datang dan menawarkan empat es teler.

Tanpa pikir panjang dan rasa curiga apapun, S membagikan es teler itu kepada teman-temanya dan dinikmati bersama.

“Tidak lama kemudian setelah esnya habis saya merasa pusing dan saya masuk kamar,” cerita S.

Setelah masuk ke dalam kamar, diakui oleh S, matanya menjadi sangat berat dan dirinya sudah tidak merasakan apa-apa lagi.

Ia pun tertidur selama kurang lebih dua jam lamanya.

Dan saat terbangun, ia langsung dibuat terkejut histeris.

S sudah mendapati dirinya dalam pelukan EN dan celana dalam yang melorot. Tidak hanya itu, bagian kemaluannya juga menimbulkan rasa sakit dan perih.

Dia menduga EN telah melakukan tindak asusila di saat dirinya tidak sadarkan diri.

Bersama tiga rekannya, S pun mendatangi Polres Jeneponto dan melaporkan kejadian yang dialaminya.

“Kita sudah mengamankan terduga pelaku dan dalam proses sidik,” ungkap Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Boby Rachman.

Sementara itu, pada Jumat (8/3/2019) kemarin, para keluarga korban melakukan demo di depan Mapolres Jeneponto untu meminta keadilan kepada pihak berwajib agar pelaku diberi hukuman setimpal.

via: tribunnews.com

“Tujuan dari pada kedatangan kami kemari untuk meminta keadilan, di mana keadilan harus ditegakkan seadil-adilnya sesuai perlakuan terduga pelaku terhadap keluarga kami,” kata salah seorang keluarga, Nur Alim.

Alim menduga jika pelaku dan istrinya sudah merencanakan tindakan pencabulan itu jauh-jauh hari, dengan cara meracuni para korban melalui minuman.

“Kita meminta kepada Polres Jeneponto untuk melakukan pemeriksaan terhadap dugaan obat yang diberikan juga dilakukan visum terhadap keempat korban,” tuturnya, demikian mengutip Warta Kota, Selasa (12/3).

More From: Berita Menarik