Pak RT ini tewas ditusuk saat melerai perseteruan soal Pilpres


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Pesta demokrasi tahun ini memang berbeda dari Pemilu sebelum-sebelumnya. Karena selain lebih memanas, juga menelan banyak nyawa. Ratusan orang yang terdiri dari anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan aparat kepolisian gugur saat pelaksanaan pemungutan suara.

Rata-rata, orang-orang yang gugur dalam tugasnya tersebut karena kelelahan. Tak disangka, tanah air yang masih hangat dengan suasana Pemilu 2019 ini kembali memakan korban.

Adalah Sukardi (39), tim sukses Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Warga Dusun Margo Mulyo, Kampung Kalipapan, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan ini tewas saat berusaha melerai perseteruan dua warga yang bernama Sujari dan Supriono, yang ribut membahas hasil pemungutan suara Pemilu 2019 di wilayahnya.

Seperti dikutip Tribunnews.com, puncak permasalahannya setelah Supriono mengklaim lapangan voli yang sedang dibersihkan warga merupakan pemberian salah seorang caleg yang pasca pemilu disimpulkan tidak masuk hitungan. Supriono lantas emosi dan kemudian menyerang warga menggunakan pisau, secara membabi buta.

Di saat inilah Sukardi datang dengan maksud ingin mendamaikan. Tapi nahas, dirinya terjatuh dan Supriono mengambil kesempatan untuk melampiaskan emosinya, dengan menghujani enam tusukan termasuk di jantung korban.

Peristiwa berdarah itu sontak mengejutkan warga. Mereka syok dan turut merasa sedih atas kepergian pengurus Rukun Tetangga (RT) yang terkenal dengan sifat baiknya tersebut.

“Di kampungnya dia dikenal orang yang sangat baik, perduli dengan masyarakat, perduli dengan generasi muda,” kata Aziz Muslim, Ketua DPD PKS Way Kanan.

Jenazah Sukardi kemudian dimakamkan di pemakaman setempat, Senin (27/4/2019). Almarhum Sukardi disebut meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih usia sekolah.

More From: Berita Menarik