Kecewa Gagal Berhubungan Badan dengan Korban. Sugeng Nekat Bunuh Korban Lalu Memutilasinya


via: idntimes.com

Palingseru.com – Pihak kepolisian kini berhasil mengungkap fakta baru terkait kasus mutilasi di Pasar Besar, Kota Malang.

Sebelumnya, berdasarkan keterangan pelaku, Sugeng Santoso (49), korban meninggal dengan sendirinya karena sakit dan kemudian berpesan kepadanya untuk memutilasi tubuhnya.

Namun fakta yang didapat polisi sungguh mengejutkan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa korban terlebih dahulu dibunuh oleh pelaku sebelum akhirnya dimutilasi menjadi enam potong.

“Ada bekas ceceran darah cukup banyak di bawah tangga. Ini menjadi bukti bahwa korban memang masih hidup saat dibunuh. Bahkan, dari tubuh korban sempat muncrat darah ke baju milik pelaku saat pelaku menggorok leher korban,” terang Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, dikutip IDNTimes.com.

Adapun motif pembunuhan sadis tersebut, yakni pelaku merasa kecewa karena gagal berhubungan badan dengan korban.

Saat itu, 7 Mei 2019, pelaku dan korban bertemu. Korban kemudian meminta uang kepada pelaku, tapi hanya diberi makan oleh pelaku karena ia tak memiliki uang. Setelahnya, pelaku membawa korban ke Pasar Besar, tempat dimana pelaku biasa tidur.

“Sampai di Pasar Besar, pelaku mengajak korban untuk berhubungan badan, namun korban menolak dengan alasan sakit. Pelaku tak percaya dan kemudian memasukkan tangannya ke kemaluan korban hingga mengeluarkan cairan dan darah yang berbau tidak sedap. Pelaku juga memasukkan tangannya ke dubur korban hingga korban akhirnya pingsan,” lanjut Kapolres.

Di saat korban pingsan inilah, pelaku menato telapak kaki korban dengan tulisan ‘Sugeng’ dan ‘Wahyu yang didapat dari Gereja Comboran’, serta menyumpal dubur korban dengan kaos dan melakban kemaluan korban.

Setelahnya, pelaku pun pergi meninggalkan korban dan baru kembali sekitar pukul 01.30 WIB.

“Pelaku kemudian melakukan pembunuhan dengan menggorok leher korban. Darah korban sempat muncrat ke kaos yang digunakan pelaku,” kata Kapolres.

Saat menggorok leher korban dengan gunting, pelaku melihat tangan dan kaki korban masih bergerak-gerak. Pelaku lantas memotong bagian tubuh tersebut dan memotong bagian tubuh lainnya hingga menjadi enam potong, dan kemudian membuangnya di tempat-tempat terpisah.

“Pasal yang disangkakan kepada pelaku saat ini adalah 338 tentang pembunuhan. Ancaman hukumannya adalah 15 tahun penjara,” terang Kapolres.

More From: Berita Menarik