Pemuda 22 Tahun ini Meninggal Dunia Usai Digigit Anak Anjing, Sempat Muntah Muntah 20 Kali


via: idntimes.com

Palingseru.com – Keluarga AA Gede Rai Karyawan tak pernah menyangka jika gigitan anak anjing akan merenggut nyawa putra mereka.

Ya, sebelumnya dilansir IDNTimes.com, pria 22 tahun itu digigit anak anjing sekitar dua atau tiga bulan lalu di sekitar objek wisata Kali Unda, Desa Paksebali, Klungkung. Selepas kejadian itu, AA Gede Rai terus membiarkannya tanpa meminta VAR (Vaksin Anti Rabies) karena menganggapnya hanya luka kecil.

Tapi siapa sangka, dampak yang ditimbulkan setelahnya sangat mengerikan. Gejala-gejala rabies, seperti sesak, hidro fobia (takut air), aero fobia (takut angin) muncul.

Gejala yang ditimbulkan pun semakin parah hingga mengharuskan AA Gede Rai dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung.

“Minggu pagi (19/5), anak saya mulai mengamuk kalau kena angin. Karena seperti orang kesurupan, kami cari balian (pengobatan alternatif) di Banjarangkan. Lalu diarahkan oleh balian, ke mantri (perawat). Saat itulah dibilang terkena rabies, dan diminta ke rumah sakit Klungkung,” terang sang ayah, AA Ngurah Yasa.

Di rumah sakit, AA Gede Rai terpaksa diikat kaki dan tangannya karena terus mengamuk. Ia pun mengalami muntah terus sampai 20 kali sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 20.30 Wita.

via: idntimes.com

Menanggapi kejadian tersebut, Adi Swapatni selaku Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Klungkung menghimbau masyarakat untuk segera meminta VAR jika digigit hewan penular rabies.

“Jangan remehkan gigitan kecil, karena dampaknya sangat berbahaya. Jika mengalami gigitan GPHR (seperti anjing, kera, kucing), segera ke puskesmas terdekat untuk meminta VAR,” tandasnya.

More From: Berita Menarik