Kisah 2 Keluarga Miskin yang Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pemerintah


via: intisari.grid.id

Palingseru.com – Saat ini sudah banyak program dari pemerintah untuk membantu rakyat miskin (Raskin). Mulai dari program bantuan tunai, bahan pokok, kesehatan hingga pendidikan. Tapi sayangnya, program tersebut sering jatuh tidak tepat sasaran. Ya, program bantuan yang seharusnya didapat rakyat miskin, malah jatuh ke tangan masyarakat yang masih mampu.

Nenek Sainimah (65) menjadi buktinya. Ia merupakan warga miskin yang tinggal seorang diri di gubuk reot yang terletak di Desa Babat, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), melansir Intisari.Grid.id.

Namun entah kenapa, tidak ada satu pun program bantuan dari pemerintah yang didapatnya.

“Orang miskin seperti aku ini tidak ada yang membutuhkan, saat ini memang masih punya tenaga, tetapi kalau sudah sakit-sakitan, aku takut tidak ada orang yang mau mengurus. Namun, aku pasrahkan saja pada Tuhan,” ucap Nenek Sainimah.

Nenek Sainimah sendiri hanya tinggal seorang diri. Suaminya telah pergi meninggalkannya dan dari pernikahannya, dia tidak dikaruniai anak.

Sementara untuk biaya hidup sehari-hari, Nenek Sainimah mengandalkan pendapatan dari menyadap karet yang terkadang mendapat Rp 100.000 – Rp 150.000 per minggu.

Saat ditanya apa harapannya ke depan, kata-kata yang keluar dari mulut Nenek Sainimah pun sangat mengharukan dan menyayat hati.

“Aku sudah terbiasa seperti ini, harapan untuk memperbaiki kehidupan sudah punah, apalagi harus minta-minta bantuan dari pemerintah, kalaupun ada perhatian dari pemerintah, kenapa tidak diberikan sejak dari dulu. Hanya satu permintaan aku dengan Tuhan, adalah kesehatan dan aku tidak ingin menyusahkan orang lain, biarlah aku miskin dan menanggung beban hidup seorang diri,” tukasnya dengan tatapan mata kosong.

Warga miskin yang tak pernah tersentuh bantuan pemerintah berikutnya adalah Ajamudin (35) yang tinggal di sebuah gubuk bersama sang istri, Santi (25).

Kondisi rumah Ajamudin bahkan lebih parah dari kediaman Nenek Sainimah. Bangunan gubuk yang terbuat dari anyaman bambu dengan beratapkan daun ilalang telah lapuk dan nyaris roboh.

Tapi lagi-lagi, mereka tidak pernah terjamah program bantuan dari pemerintah.

Namun sejauh ini pihak desa dan warga setempat telah berusaha untuk mengajukan bedah rumah bagi Nenek Sainimah dan Ajamudin.

“Yang dibutuhkan mereka saat ini adalah hunian yang layak. Karena nenek Sainimah apalagi Ajamudin, apabila hujan, mereka mencari pondok (pance) milik tetangganya,” kata Kepala Desa Babat, Arka Nurawi.

More From: Berita Menarik