Wanita-wanita Korut ini Terjebak Sebagai ‘Budak Nafsu’ di China


via: intisari.grid.id

Palingseru.com – Sudah bukan rahasia umum kalau China menjadi salah satu negara dengan rumah bordir terbanyak. Ini bahkan menjadi bisnis menjanjikan. Tapi yang memilukannya, hampir 60% wanita yang bekerja di rumah bordir adalah perempuan dewasa dan anak-anak Korea Utara.

Perbudakan itu terjadi ketika mereka berusaha melarikan diri dari kemiskinan dan penindasan di tanah air mereka.

“Banyak yang dijual lebih dari satu kali dan dipaksa menjadi budak seks dalam setahun setelah meninggalkan tanah air mereka,” tulis Yoon Hee-soon, penulis laporan lembaga nirlaba Korea Future Initiative, dilansir Intisari.Grid.id.

Adapun tarif yang dipasang terbilang sangat murah. Untuk sekali pelayanan, para korban hanya mendapat bayaran sebesar 30 yuan atau sekitar Rp 60.000. Sementara mereka yang dijual sebagai istri dibayar 1.000 yuan atau Rp 2 juta.

Laporan itu juga menyebutkan, eksploitasi seksual warga Korea Utara itu setidaknya menghasilkan laba tahunan 105 juta dollar AS atau Rp 1,5 triliun di China.

Dengan seiring meningkatnya pelayanan seks di China, beberapa pelaku perdagangan manusia bahkan sampai menjelajahi pasar, desa, dan pusat transportasi Korea Utara, untuk mengambil gadis-gadis yang terlihat miskin.

Hingga kini, dilaporkan telah lebih dari 200.000 warga Korut diperdagangkan di China.

More From: Berita Menarik