Terancam Hukuman Mati, HS Kirim Surat ke Jokowi, ‘Saya memohon maaf dengan Bapak Ir. H. Joko Widodo yang terhormat’


via: grid.hot.id

Palingseru.com – “Mulutmu, Harimaumu,” itulah peribahasa yang tepat menggambarkan HS, pemuda 25 tahun yang mengancam akan memenggal kepala presiden Indonesia, Joko Widodo.

Ucapan yang tidak dipikirkannya terlebih dahulu itu kini merugikan dirinya sendiri. Ia ditangkap tim Subdit Jatanras Polda Metro Jaya pada Minggu pagi (12/5/2019), dan kini harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya terancam pidana mati atau penjara seumur hidup, berdasarkan Pasal 104 KUHP yang berbunyi;

“Makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan presiden atau wakil presiden pemerintah, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.”

Tidak hanya itu, HS juga disangkakan Pasal 27 ayat (4) juncto Pasal 45 Ayat (1) UU RI No 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Mengetahui hal itu, HS disebut baru meminta maaf kepada presiden. Permohonan maaf itu ia tulis melalui surat yang ditulis oleh tangannya sendiri saat berada di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.

Adapun isi surat permohonan maaf dari HS kepada Presiden Jokowi, yakni sebagai berikut:

Saya memohon maaf dengan Bapak Ir. H. Joko Widodo yang terhormat atas ucapan saya yang sudah mengancam Bapak Ir. H. Joko Widodo Presiden Republik Indonesia.

Saya tidak ada maksud mengancam bapak untuk membunuh/memenggal kepala Bapak Ir. H. Joko Widodo.

Saya memohon maaf sebesar-besarnya atas kesalahan saya atas kesalahan saya yang fatal.

Sedianya agar dimaafkan oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo dan masyarakat Indonesia.

Demikian surat permohonan maaf ini yang sudah mengancam Presiden Republik Indonesia yaitu Bapak Ir. H. Joko Widodo.

Saya sampaikan atas perhatian dan kemurahan hati bapak yang terhormat, saya ucapkan terima kasih,” demikian dikutip Grid.Hot.id.

More From: Berita Menarik