Tukang Parkir yang Rendahkan Presiden Jokowi ini Dituntut Tujuh Bulan Penjara


via: today.line.me

Palingseru.com – Tertangkapnya Imran Sasmi menambah daftar panjang kasus warga sipil yang tertangkap akibat kasus penghinaan, merendahkan serta ujaran kebencian terhadap kepala negara di media sosial.

Ya, pria asal Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini bukan satu-satunya orang yang berurusan dengan hukum karena ‘ketikan’ jarinya di media sosial.

Hal ini pun menambah pelajaran dan kembali mengingatkan kita untuk tidak sembarangan mengetik kata-kata di media sosial. Terlebih dalam membahas politik Indonesia. Salah-salah, kamu malah berurusan dengan hukum dan mendekam di sel tahanan, seperti apa yang kini dihadapi Imran.

Sebelumnya, melalui postingan media sosial Facebooknya, pria yang akrab disapa Imran Kumis itu menulis, “BODOHNYA ORANG ISLAM YG MILIH JOKOWI!!! DASAR MUNAFIK!!!!”

Atas postingannya itu, Imran diringkus Polres Mataram dan dituntut tujuh bulan penjara, karena melanggar pasal 28 ayat (2) undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), melansir today.line.me.

Muhanan, selaku kuasa hukum Imran dari Aliansi Advokat Nusantara, mengaku akan mengajukan nota pembelaan atau pledoi. Itu karena, dia menilai, pelaku masih sangat labil dan tidak mengerti dampak dari statusnya.

Di samping itu, pelaku juga merupakan orang satu-satunya yang diharapkan keluarga alias tulang punggung dengan mengandalkan pendapatan sebagai juru parkir.

“Kami berharap hakim yang mengadili perkara ini bisa mengambil putusan yang bijak kepada Imran, yang sangat dibutuhkan oleh keluarganya. Karena dia sebagai tulang punggung keluarga sejak bapaknya disabilitas dan Imran juga sudah sadar untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama di kemudian hari,” tutur Muhanan.

Baca Juga : Jika Di Dekati Kucing Berarti ada 3 Pertanda dari Allah. Kamu Mau Tahu?

More From: Berita Menarik