Warung Lesehan di Pinggir Jalan ini Mematok Harga Makannnya Mahal Banget, Untuk Seafood Aja Sampai Rp 700 Ribu


via: today.line.me

Palingseru.com – Jangan pernah tertipu dengan tampilan sederhana sebuah warung lesehan. Karena dalam beberapa kasus, warung sederhana ini mematok harga mahal untuk hidangannya, seperti beberapa pengalaman tak mengenakan yang dibagikan warganet.

Seperti baru-baru ini, sebuah warung lesehan yang mematok harga fantastis Rp 700 ribu untuk menu seafood.

Warung lesehan tersebut disebut lokasinya terletak di pinggir Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Sontak, kabar ini menuai perhatian dari khalayak media sosial. Banyak yang melemparkan kritikan hingga hujatan kepada pemilik warung lesehan tersebut, yang dinilai mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Terlebih lagi dijelaskan bahwa pelanggan itu adalah pelanggan satu-satunya yang datang ke warung lesehan sejak warung dibuka sehabis maghrib sampai pukul 22.00 WIB.

Menanggapi berita viral tersebut, Anny (42) selaku pemilik warung lantas angkat bicara.

Menurutnya, bahan-bahan untuk makanan yang dihidangkan berasal dari bahan berkualitas super. Oleh karenanya ia menjual dengan harga tinggi, bukan asal tembak harga seperti yang disangkakan warganet.

“Ada rupa, ada harga,” ujarnya.

“Kami dapat kepiting dari pasar saja harganya bisa Rp 175 ribu hingga Rp 225 ribu per kilogram. Kami pakai jenis kepiting telur dan udang windu yang terkenal besar-besar. Semua fresh, barang-barang dari laut,” ungkap Anny, dilansir today.line.me.

“Kalau dari pasarnya saja mahal, ya jelas kami juga akan jual mahal,” timpalnya.

Anny pun mengaku merasa sangat kesal dengan hujatan warganet yang tidak mendasar.

“Ini aneh saja, saya sudah bertahun-tahun jual di sini. Tapi malah baru viral bahkan dihujat baru-baru ini,” ucap Anny menyayangkan.

Terlebih lagi, mereka tidak tahu kejadian sebenarnya.

Diterangkan olehnya, pembeli tersebut memesan aneka ragam seafood seperti udang, cumi dan kepiting untuk porsi dua orang.

“Kepiting yang kami hidangkan itu beratnya sampai 2 kilogram sehingga harganya menyesuaikan bobot barang. Namun, pembeli tak punya uang sebanyak itu. Akhirnya kami potong membayar Rp 300 ribu saja,” Anny mengisahkan.

Tapi Anny justru dibuat berang dengan pembeli tersebut. Meski sudah dikasi potongan harga, mereka malah membagikan cerita yang tidak-tidak tentang usaha yang telah ia rintis hampir satu dekade itu.

“Padahal sudah kami potong setengah harganya, malah tidak tahu terima kasih. Semisal pembeli itu membayar total Rp 700 ribu, baru saya ikhlas dikeluhkan di sosial media. Masalahnya, dia sudah dipotong harganya tapi malah seperti itu,” ucap dia kesal.

More From: Berita Menarik