Wanita 22 Tahun ini Jadi Perempuan Pertama yang Bekerja Sebagai Tukang Las Bawah Air, Gajinya Bisa Mencapai Rp 771 Juta!


via: suar.grid.id

Palingseru.com – Perkenalkan, Nur Izzati Athirah Mohammad Yusoff, 22 tahun, perempuan pertama yang menjadi tukang las bawah air di negaranya, Malaysia.

Seperti diketahui, profesi tersebut didominasi oleh kaum pria, karena berisiko tinggi. Itu karena adanya aliran listrik yang mereka gunakan selama mengelas, yang besarnya tiga ratus sampai empat ratus ampere arus listrik.

Selain itu, juga ada efek yang lebih parah yang dimana menyebabkan pekerja terkena gangguan muskuloskeletal tubuh. Yaitu suatu kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligament, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang.

Oleh karena itu, bayaran yang didapatkan tukang las bawah air sangat tinggi, 54.750 dolar AS atau sekitar Rp 771 juta.

via: suar.grid.id/Tukang Las Bawah Air

Tapi meski sangat berbahaya dan berisiko, wanita yang akrab disapa Athirah mengaku telah mengantongi restu dan dukungan penuh dari kedua orangtuanya.

Mereka bahkan merasa bangga, anaknya telah memecahkan rekor sebagai wanita pertama yang menjadi tukang las bawah air.

Athirah yang lahir dan besar di Kampung Kuala Sungai Rambutan, Rantau Panjang di distrik Selama, Perak, memang lebih berbeda dari anak perempuan di kampungnya.

“Saya agak kasar dan kekanak-kanakan. Alih-alih bermain dengan boneka, saya akan memainkan apa yang akan dimainkan anak laki-laki di desa saya,” katanya.

Terjunnya ke profesi itu sendiri bermula pada tahun 2013, setelah mendaftar sebagai mahasiswa di Kolej Vokasional Taiping, di Kemunting, Taiping, Perak.

Namun sejak masuk hingga terakhir studinya, Athirah masih belum mengerti dan paham tentang pengelasan.

via: suar.grid.id/Tukang Las Bawah Air

“Selama tahun terakhir studi saya, saya masih tidak tahu apa yang ingin saya lakukan setelah lulus,” tuturnya.

“Tapi semuanya berubah ketika saya mengunjungi Weldzone Training Center selama kunjungan lapangan.”

“Saya sangat terkesan dengan demonstrasi pengelasan bawah air.”

“Saya terpesona dengan konsep dan kecanggihan pengelasan di bawah laut,” tambahnya.

Dan kini, Athirah telah menjadi asisten instruktur di pusat di mana semua muridnya adalah laki-laki.

Athirah mengungkapkan bahwa dia akan terus mendedikasikan dirinya dan berharap impiannya untuk melakukan pekerjaan pengelasan bawah air di luar negeri bisa terwujud, demikian melansir suar.grid.id.


Like it? Share with your friends!