Kisah Sedih Nenek Amur, Tinggal Sendirian di Gubuk Reot, Ketika Lapar Suka Teriak Teriak


via: kompas.com

Palingseru.com – Masa tua mungkin menjadi momok tersendiri bagi sejumlah orang. Khususnya mereka yang hidup dengan ekonomi kelas bawah. Ya, dengan kondisi tubuh yang tak lagi kuat, tidak dapat memungkinkan mereka untuk bekerja sehingga biaya hidup sehari-hari belum tahu dari mana sumbernya.

Apalagi jika mereka hidup sebatang kara. Maka hanya rasa iba para tetangga lah yang bisa menolong mereka untuk mengusir rasa lapar dan haus, seperti halnya dengan nenek Amur, 72 tahun.

Dilansir Kompas.com, Nenek Amur tinggal sebatang kara di sebuah gubuk reot yang terletak di Dusun Janglateh Barat, Desa Campor, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Kondisinya sangatlah memprihatinkan, dimana matanya sudah rabun dengan badan yang bongkok.

Dengan kondisi fisiknya seperti itu, Nenek Amur sudah tidak mampu mengais rezeki di luar untuk mengisi perutnya.

Dia pun hanya bisa teriak-teriak ketika rasa lapar menyerang.

Untungnya, para tetangga Nenek Amur memiliki rasa empati yang tinggi, sehingga mereka selalu memberikan makanan dan minuman saat Nenek Amur teriak.

Nenek Amur sendiri memiliki tiga orang anak. Anak lelaki satu-satunya, Abdul Hadi, sudah meninggal dunia tiga tahun lalu karena sakit keras pasca pulang dari Malaysia menjadi TKI.

Sedangkan dua anak lainnya, Sulihah dan Sumairah, hidup menjanda dan tinggal di dusun yang sama dengan sang ibu, sekitar 200 meter dari rumah Nenek Amur. Mereka juga hidup serba kekurangan, tetapi mereka selalu merawat ibunya.

“Ibu saya kalau lapar sering teriak-teriak minta makan. Kalau kebetulan ada beras, saya memasaknya. Kalau tidak ada beras, saya rebus ketela yang diambil di kebun,” kata Sumairah.

Sama seperti sang ibu, Sumairah juga sudah sering menjalani hari dengan perut yang lapar. Namun ia selalu mengesampingkan dirinya, dan mendahului ibunya.

“Kalau saya bisa kuat menahan lapar. Ibu saya teriak-teriak kalau lapar,” tuturnya.

Ironisnya, keluarga kurang mampu ini tidak pernah terjamah bantuan dari pemerintah. Padahal sudah banyak program bantuan yang diluncurkan, seperti bantuan tunai, bantuan sosial dan lain sebagainya.

Namun demikian, baik Sulihah maupun Sumairah tidak mempersoalkannya. Menurutnya, hidup serba kekurangan sudah biasa bagi mereka.

“Ada bantuan atau tidak ada, saya pasrah kepada Allah. Karena hidup dan mati itu di tanganNya,” kata Sulihah.

Baca Juga : Jika Di Dekati Kucing Berarti ada 3 Pertanda dari Allah. Kamu Mau Tahu?

More From: Berita Menarik