Gara Gara Protes Pemerintah, Warga di Bali ini Buka Warung 100 Persen Haram


via: merdeka.com

Palingseru.com – Sejumlah pemilik usaha di bidang kuliner di Bali mendadak ramai-ramai memasang label haram pada usahanya.

Hal itu dilakukan mereka sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dalam kebijakan itu sendiri, setiap pemilik usaha makanan diwajibkan mengantongi sertifikasi halal yang dikeluarkan langsung oleh BPOM Bali dan MUI, melansir Merdeka.com.

Sementara di Bali, banyak pengusaha yang menjadikan daging babi sebagai bahan baku dalam dagangannya.

Terang saja, sertifikasi halal tidak bisa mereka dapatkan, karena babi merupakan makanan haram. Oleh karena itu, mereka yang kecewa lantas memasang label nyeleneh, seperti ‘Bakso Celeng 100% Haram’, ‘Dijamin Haram’, dan sebagainya.

Made Arnika, selaku Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Buleleng lantas angkat bicara mengenai hal ini. Menurutnya, di sini, terjadi sedikit kesalahpahaman.

“Ya, memang sertifikasi kehalalan itu dikeluarkan oleh MUI. Tapi, bukan berarti produk mereka tidak bisa berjalan. Tetap bisa jalan, tapi hanya sebatas pasar lokal saja, dan untuk masuk pasar modern itu tidak akan bisa,” kata Arnika menjelaskan.

Arnika pun meminta para pedagang untuk tidak takut dalam bersaing dalam MEA nanti, walaupun hanya dalam lingkup lokal.

“Jangan takut untuk ikut bersaing dengan pengusaha-pengusaha luar yang lebih modern dan sudah mendapat pengakuan kehalalan, walaupun itu tidak bisa masuk dalam pasar modern. Usaha mereka harus tetap berjalan seperti biasa,” tandasnya.

More From: Berita Menarik