Gara Gara Pasang Status Tak Usah Pasang Foto Presiden Jokowi Guru Les ini Jadi Tersangka, Terancam 6 Tahun Penjara


via: antaranews.com

Palingseru.com – Sekali lagi, ‘jarimu, pisaumu’. Kendalikan jari kita saat hendak mengetik sesuatu di media sosial, karena bisa saja itu akan menjadi boomerang bahkan petaka.

Sejauh ini sudah banyak pengguna media sosial ditangkap dan dijatuhkan hukuman pidana penjara akibat ketidakbijakan mereka memanfaatkan media sosial. Dan baru-baru ini, seorang guru les kembali menambah daftar panjang kisah penahanan akibat tidak bijak memainkan media sosial.

Guru les bernama Asteria Fitriani ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Jakarta Utara, dalam kasus ujaran kebencian di laman media sosial.

Di mana Asteria memasang status himbauan untuk tidak memasang foto Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo beserta wakilnya, Ma’ruf Amin, di sekolah-sekolah.

“Kalau boleh usul di sekolah-sekolah tidak usah lagi memajang foto Presiden & Wakil Presiden. Turunin aja foto-fotonya. Kita sebagai guru nggak mau kan mengajarkan anak-anak kita tunduk mengikuti dan membiarkan kecurangan dan ketidakadilan. Cukup pajang foto GOODBENER kita aja, Gubernur Indonesia Anies Baswedan,” tulisnya, dilansir antaranews.com.

Status tersangka Asteria kemudian dilaporkan ke polisi oleh seorang warga berinisial TCS pada 1 Juli 2019.

“Adapun peristiwa ini dilakukan melalui media sosial, yakni oleh tersangka AF tanggal 26 Juni 2019 dengan cara mengunggah di laman Facebook-nya dan media sosial lain milik yang bersangkutan,” terang Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 28 Ayat 2 Jo Pasal 45 huruf A ayat 2 UU RI No.19 tahun 2016 sesuai perubahan UU RI No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo pasal 14 ayat 1 atau ayat 2 atau pasal 15 UU RI no 1 tahun 46 tentang Peraturan Hukum Pidana atau pasal 160 KUHP atau pasal 207 KUHP.

“Ancaman hukuman pidana paling lama 6 tahun penjara atau denda maksimal Rp 1 miliar,” lanjut Kapolres.

More From: Berita Menarik