Menemukan Mayat, Pengamen ini Malah Dituduh Sebagai Pelaku Pembunuhan dan Disiksa Oknum Polisi


via: suar.grid.id

Palingseru.com – Selama ini, kita sering mendengar pernyataan ‘fitnah lebih kejam dari pembunuhan’. Namun tahukah kamu bahwa ada hal lain yang tak kalah kejam dari fitnah, yaitu salah paham. Seperti apa yang tertuang dalam kisah seorang pengamen dan ketiga temannya yang mendapat siksaan dan jadi tahanan akibat kesalahpahaman oknum polisi.

Semula berawal ketika Fikri Pribadi (17) dan ketiga temannya, Fatahillah (12), Ucok (13) dan Pau (16) menemukan sesosok mayat di bawah kolong jembatan, samping kali Cipulir, Jakarta Selatan, 2013 silam.

Mereka lantas melaporkan temuan itu ke pihak sekuriti setempat dan dilanjutkan melapor ke pihak polisi. Fikri dan teman-teman pengamennya kemudian dimintai polisi untuk ikut ke kantor, sebagai saksi.

“Polisinya bilangnya ‘tolong ya Abang jadi saksi ya’. ‘Iya nggak papa saya mau’ saya jawab begitu. Tahunya pas sudah di Polda malah kita yang diteken,” terang Fikri.

Ya, pihak polisi telah salah paham dan menuding jika mereka adalah orang yang menghabisi nyawa mayat tanpa identitas tersebut.

Mereka lantas dipaksa sedemikian mungkin, dengan harapan mereka mau mengakui perbuatannya.

“Saya langsung dilakbanin, disiksa pokoknya di Polda. Disetrum, dilakbanin, dipukulin sampai disuruh ngaku,” lanjut Fikri.

Tidak hanya sekedar disiksa, mereka bahkan juga sampai dijebloskan ke sel tahanan dan ditetapkan sebagai tersangka, sampai akhirnya kebenaran terungkap dalam putusan Mahkamah Agung melalui putusan Nomor 131 PK/Pid.Sus/2016.

Mereka pun akhirnya dibebaskan.

Selang tiga tahun kemudian, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta membantu mereka untuk memperjuangkan hak ganti rugi atas penahanan tersebut.

Dan hari ini, LBH Jakarta telah menjalani sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menuntut ganti rugi tersebut.

“Kerugian yang dituntut pihak mereka sebesar Rp 186.600.000 untuk per anak.”

“Biaya itu meliputi total kehilangan penghasilan sampai biaya makan selama dipenjara.”

“Dengan demikian, total untuk keempatnya sebesar Rp 746.400.000,” kata kuasa hukum sekaligus anggota LBH Jakarta, Oky Wiratama Siagian di PN Jakarta Selatan, demikian mengutip suar.grid.id.

Baca Juga : Jika Di Dekati Kucing Berarti ada 3 Pertanda dari Allah. Kamu Mau Tahu?

More From: Berita Menarik