Lihat Ayahnya Tewas Akibat Ditembak, Anak Bripka Rahmat Tak Bisa Berhenti Menangis


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Prosesi pemakaman jenazah almarhum Bripka Rahmat Efendi, yang tewas ditembak juniornya sendiri Brigadir Rangga Tianto, diwarnai isak tangis keluarga.

Bahkan, anak laki-lakinya yang berinisial VT sampai tak berhenti-henti menangisi kepergian ayahnya yang terbilang cukup tragis dan mendadak.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Tony, kerabat keluarga Bripka Rahmat.

“Dari semalam VT gak berhenti nangis, saya sampai gak tega lihatnya,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Toni menambahkan, VT juga berteriak menangis histeris memanggil almarhum ayahnya.

Toni mengaku bahwa dirinya tidak memiliki firasat apapun, namun dirinya sempat mendapat pesan amanah terakhir dari almarhum, yakni untuk mengantarkan putranya yang baru akan masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke sekolah.

“Bakal saya lakuin, yang dimaksud antar anaknya sekolah itu yang cowok kan baru masuk SMP soalnya. Dari semalam juga dia nangis terus gak rela ayahnya pergi,” kata Toni.

Di mata Toni sendiri, almarhum merupakan sosok tegas dengan jiwa sosial tinggi.

“Beliau itu tegas banget, jiwa sosialnya tinggi. Rutin menyantuni anak yatim juga, ya Allah saya kehilangan banget,” ucapnya, dikutip TribunMedan.com.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bripka Rahmat tewas akibat ditembak Brigadir Rangga Tianto sebanyak 7 kali dengan menggunakan senjata api HS-9.

Penembakan dipicu karena Brigadir RT emosi pada korban yang tidak menggubris permintaannya untuk melepaskan FZ, pelaku tawuran yang korban amankan pada malam sebelum insiden penembakan.

“Mereka meminta FZ dibebaskan, namun ditolak oleh Bripka RE.”

“Lalu, dia (Brigadir RT) menembak Bripka RE sebanyak tujuh kali tembakan pada bagian dada, leher, paha dan perut,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Jenazah almarhum kini telah dimakamkan secara kedinasan di TPU Citra Prima Asri, Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

More From: Berita Menarik