Anak Gadisnya Mau Sekolah, Sang Ibu Malah Menyuruh Putrinya Jual Diri


via: intisari.grid.id

Palingseru.com – Selalu berkorban dan berusaha memberikan yang terbaik untuk anak, begitulah gambaran orangtua. Mereka rela melakukan apa saja demi sang anak, terlebih untuk pendidikan, dengan harapan anaknya bisa meraih masa depan cerah dengan mengenyam pendidikan setinggi mungkin.

Tapi ironisnya, jiwa tersebut sama sekali tidak ada di dalam diri ibu berikut ini. Alih-alih menyemangati dan mendorong anaknya untuk bersekolah, ia justru menyuruh anaknya untuk menjual diri ketika menyampaikan keinginannya untuk sekolah.

“Tak perlu sekolah, tak ada uang. Kalau tetap mau sekolah, jual aja dirimu,” begitu kalimat kasar yang keluar dari mulut ibu DPS, gadis malang berusia 14 tahun di Sumatera Utara, dilansir intisari.grid.id.

DPS memang bisa dibilang sebagai anak kurang beruntung, yang hidup di bawah kemiskinan. Ia tinggal dengan kakeknya yang sebatang kara dan bekerja serabutan di Kuala, Kabupaten Langkat, Sumut.

Sementara ayahnya menderita gangguan jiwa dan memilih menggelandang di jalanan, dan sang ibu tega pergi meninggalkannya dengan sang adik yang baru berusia 9 tahun.

Ketiganya hidup serba kekurangan dan bahkan adiknya, PA, seperti orang menderita gizi buruk.

DPS yang begitu ingin bersekolah kemudian mendatangi tantenya SZ (23) di Kota Binjai, yang merupakan mantan “orang nakal”.

Oleh sang tante, DPS diberikan pada seorang germo berinisial SA alias Sri (40).

Singkat cerita, perawan DPS dihargai Rp 10 juta, dan telah ada seseorang yang membookingnya, yang tak lain adalah oknum polisi yang menyamar sebagai pelanggan, demi menyelamatkan DPS.

Ya, sebelum transaksi, pihak kepolisian setempat sudah mendapat laporan dari masyarakat akan adanya praktik asusila yang melibatkan perdagangan manusia.

Untuk melancarkan penyamaran, oknum polisi menyerahkan uang sebesar Rp 5 juta secara tunai kepada SA dan SZ. Dan di pertemuan inilah, keduanya langsung diamankan.

“Kami dapat informasi dari masyarakat bahwa akan ada penjualan anak, under cover buy kami menuju TKP. Untuk meyakinkan SA dan SZ, personel memberikan uang tunai Rp 5 juta, sisanya ditransfer. Begitu mendapatkan uang, kedua pelaku diamankan,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu M Syarif Ginting.

“Hasil pemeriksaan, korban tahu dirinya akan dijual. Alasan SZ kepadanya, uang yang didapat untuk biaya sekolah. SA dan SZ kami tetapkan sebagai tersangka. Mereka melanggar Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” terang Iptu M Syarif Ginting.

More From: Berita Menarik