Untuk Menyambung Hidup, Nenek 110 Tahun ini Tetap Semangat Berjualan Kerupuk Walaupun Usianya Sudah Tua


via: kompas.com

Palingseru.com – Usia 50 tahun ke atas sudah seharusnya dipergunakan untuk beristirahat. Oleh karenanya diterapkan program pensiun. Tapi hal itu hanya berlaku untuk mereka yang berasal dari kalangan atas, yang menjajal profesi berkelas, tidak halnya dengan masyarakat miskin.

Mereka tidak mengenal program pensiun, meski usianya sudah sangat senja, mencapai satu abad bahkan lebih. Ya, perekonomian memburuk terus mendesak mereka untuk tetap bekerja di bawah teriknya matahari atau bahkan berjibaku dengan dinginnya udara serta hujan.

Kehidupan seperti itu pula yang harus dilalui Mbah Ngatiyem. Di usianya yang sudah mencapai 110 tahun, ia masih harus bekerja dengan berjualan kerupuk di Alun-alun selatan, Yogyakarta, setiap harinya.

via: kompas.com

Jikalau ditanya mengenai penghasilannya, tentu saja jauh dari kebutuhan. Bahkan hampir sebagian keuntungan dari jualan kerupuknya dihabiskan untuk membayar becak, yang menjadi moda transportasinya setiap jualan.

Seperti dilansir Kompas.com, Mbah Ngatiyem setiap hari harus mengeluarkan uang Rp 100.000 untuk membayar becak. Sedangkan kerupuk yang dia beli di Pasar Beringharjo dijualnya dengan harga Rp 10.000, atau dengan keuntungan hanya Rp 2.000 tiap kerupuknya.

Meski harus menjalani masa tuanya dengan tetap berjualan, Mbah Ngatiyem mengaku senang. Dia menjadikan pekerjaannya tersebut sebagai hiburan atau media olahraga.

“Masih ingin gerak badan, berjalan-jalan biar sehat. Kalau di rumah saya malah sedih tidak melakukan apapun,” ucapnya menggunakan bahasa Jawa.

Mbah Ngatiyem sendiri tinggal bersama saudaranya, Rujinem, di Bantul. Suaminya telah lama meninggal, dan dia tidak memiliki keturunan dari pernikahannya.

More From: Berita Menarik