7 Tahun Menabung dan Akhirnya Bisa Berangkat Naik Haji, Ibu Penjual Gorengan ini Meninggal di Tanah Suci


via: suar.grid.id

Palingseru.com – Satu per satu kabar memilukan dari jamaah haji Indonesia berdatangan. Banyak jamaah haji Indonesia yang dilaporkan meninggal dunia. Tercatat, sudah sembilan orang yang meninggal dunia, satu diantaranya Isah Oti Sana (66).

Isah Oti Sana merupakan jemaah haji asal Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dia meninggal karena mengidap sakit maag kronis dan darah tinggi, melansir Grid.id.

Jenazah Isah Onti Sana rencananya akan dimakamkan di pemakaman sebelah utara Masjidl Haram, Kota Mekah, yang disebut pemakaman Mu’alla atau Pekuburan Ma’la.

“Hari Sabtu itu habis Maghrib udah dimakamin katanya di Ma’la, dimakamin di sana (Mekah),” kata Ahmad (39) salah satu putra almarhumah.

“Tapi prosesnya sampai 3 bulan katanya, jadi jenazah dibekuin dulu, ngurus ini itu, kasihan jenazahnya. Tapi kalau di sana, cuman kita doang yang ditinggalin gak tega,” lanjutnya.

Sebagai anak, Ahmad tentu syok dan merasa begitu terpukul saat mendapat kabar duka atas kepergian Ibunda tercintanya.

Terlebih bila harus mengingat perjuangan sang ibu untuk bisa sampai ke Tanah Suci, menjalankan ibadah haji.

Diterangkannya, ibunya harus menabung selama 7 tahun, hasil dari berjualan gorengan.

“Kalau pagi beliau dagang gorengan,” tutur Ahmad.

Sedangkan ayahnya yang juga turut berangkat haji biasanya bertani dengan menggarap tanah milik orang.

“Kalau bapak nyabut singkong gak ada yang ngupas, ibu bantuin ngupas. Bapak soalnya kerja nanem singkong di tanah perusahaan orang, garapan lah,” imbuhnya.

Dengan pekerjaannya itu, kedua orangtuanya menabung sedikit demi sedikit agar bisa menunaikan ibadah haji.

“Nabungnya hampir nginjak 7 tahun. Dikit-dikitlah. Cuma kesini-sini dapat rezeki dilunasin. Alhamdulilah sampai bisa naik haji itu nginjek 7 tahunan,” ucap Ahmad.

More From: Berita Menarik