Gara Gara Siksa TKI Majikan di Singapura ini Dijatuhi Hukuman Terberat yang Pernah Dijatuhkan di Singapura


via: kompas.com/Tersangka suami-istri (foto kiri) korban (foto kanan)

Palingseru.com – Sebuah keadilan akhirnya memihak ke seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mendapat tindak kekerasan dari majikannya selama bekerja.

Selama ini, melihat kilas balik kasus sebelum-sebelumnya, banyak para majikan yang terlibat dalam tindak kekerasan terhadap TKI dilepaskan begitu saja. Meski korbannya sudah dalam kondisi memilukan. Tapi baru-baru ini, pihak pengadilan di Singapura telah menjatuhkan hukuman terberat sepanjang sejarah di negara Singa tersebut.

Seperti dilansir Kompas.com, pasangan suami istri di Singapura bernama Mohamad Dahlan divonis hukuman penjara selama 15 bulan, sementara istrinya Zariah Mohd Ali (58) dijatuhi hukuman penjara 11 tahun, di mana ini adalah hukuman paling berat yang pernah ada dalam sejarah.

Hukuman berat itu hanya dijatuhkan pada Zariah karena ia terbukti melakukan tindak kekerasan berlebihan dan di luar batas pada PRT-nya yang bernama Khanifah, asal Indramayu.

Dimana Zariah menghantam bagian belakang kepala dan mulut korban dengan palu, memukul telinga kiri dan dahi masing-masing dengan tiang bambu serta alu batu. Kemudian menikam bahu korban dengan gunting, melukai lengan korban menggunakan parang dan mematahkan jari kelingking korban yang hingga saat ini tidak dapat lagi dipergunakan secara normal.

“Ini adalah kasus penganiayaan terhadap PRT yang terburuk yang pernah terjadi dalam sejarah Singapura. Pesan lantang harus disampaikan melalui kasus ini bahwa pengadilan Singapura tidak akan mentolerir perlakuan sewenang-wenang terhadap PRT,” kata Wakil Jaksa Penuntut Umum Tan Wen Hsien di persidangan.

Pernah Dipenjara oleh Kasus Sama

Secara mengejutkan, terungkap sebuah fakta bahwa ternyata Zariah sebelumnya juga pernah dihukum atas kasus penganiayaan terhadap PRT yang bekerja di rumahnya.

Namun mirisnya, kasus terdahulu yang terjadi di tahun 2001 itu tidak dijadikannya sebagai pembelajaran hidup untuk membenahi kesalahannya. Zariah justru semakin bersikap brutal pada PRT-nya.

Selain dijatuhi hukuman penjara, Zariah pun diwajibkan untuk membayar kompensasi terhadap Khanifah, sebesar 56.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 576 juta.


Like it? Share with your friends!