Gara Gara Terlilit Hutang Rp 10 Juta dengan Rentenir, Saiful Nekat Jual Ginjalnya di Pinggir Jalan


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Menjual organ dalam tubuh kini banyak dijadikan sebagai ‘jalan pintas’ oleh kebanyakan orang yang terdesak, membutuhkan dana cepat.

Seperti untuk membiayai pengobatan, operasi, hutang, dan lain sebagainya.

Padahal tindakan seperti ini jelas mendatangkan dampak yang amat fatal bagi si penjual organ tubuh. Sejumlah gangguan kesehatan seketika menghampirinya, bahkan bisa berujung kematian.

Nah baru-baru ini, seorang warga kembali kedapatan menjajakan ginjalnya di pinggir jalan. Dia menawarkan ginjalnya secara terang-terangan, melalui sebuah karton yang terdapat tulisan lengkap dengan menyertakan golongan darahnya.

“Saya ingin menyumbangkan ginjal saya, golongan darah B,” begitulah bunyi kalimat di karton yang ia pajang.

Aksi pria berusia 31 tahun asal Penang, Malaysia, bernama Saiful ini sontak menarik perhatian dan kini fotonya telah menjadi viral di media sosial usai dibagikan oleh berbagai akun hiburan.

Dari sinilah pula, terungkap hal yang sampai mendorong Saiful untuk berbuat nekat seperti itu.

Diakui olehnya, dia telah meminjam RM 3.000 atau sekitar Rp 10 juta dari Ah Long (seorang rentenir ilegal) dua bulan lalu untuk membuka usaha warung ayam goreng di dekat rumahnya. Dan kini, ia pun harus membayar bunga dan melunasi hutang-hutangnya dengan cepat.

“Sekarang, saya harus membayar RM 36 setiap hari kepada rentenir dan keuntungan warung saya hanya RM 50 hingga RM 60 per hari. Setelah membayar rentenir, saya tidak punya cukup uang untuk membayar tagihan, uang sewa, dan menghidupi keluarga saya,” ucap ayah dua anak tersebut, dilansir TribunManado.com.

Saiful mengaku, dirinya tidak menentukan harga pasti untuk ginjalnya, yang penting uang tersebut bisa menutupi seluruh biaya hutangnya.

Dia pun lantas mengingatkan kepada semua orang untuk tidak cepat terperdaya dengan penawaran manis yang ditawarkan oleh para rentenir ilegal.

Proses pencairan uang dari mereka memang terbilang cepat dan bahkan lebih mudah, tapi di balik itu ada kesengsaraan yang mengintai.

“Berhati-hatilah dengan orang yang ramah di telepon yang menawarkan pinjaman cepat dapat dengan cepat berubah mengancam ketika peminjam tidak dapat melakukan pembayaran kembali,” tuturnya.

More From: Berita Menarik