Walikota Langsa Larang Warganya Lomba Panjat Pinang Karena Dianggap Peninggalan Belanda


Lomba panjat pinang foto:rianto g

Palingseru.com – Memasuki Hari Kemerdekaan yang jatuh pada hari esok, Sabtu 17 Agustus 2019, berbagai persiapan untuk menyambut momen spesial ini pun telah digelar masyarakat.

Seperti diketahui, perayaan HUT ke-74 Republik Indonesia selalu dimeriahkan dengan sejumlah perlombaan, baik itu diperuntukkan pada anak-anak maupun orang dewasa. Ini telah menjadi tradisi yang sudah dilakukan sejak kala.

Salah satu perlombaan yang tak pernah ketinggalan ialah panjat pinang. Perlombaan ini mengharuskan tiap peserta yang tergabung dalam tim memanjat pohon pinang yang telah dilumuri dengan pelumas, untuk mendapatkan hadiah-hadiah di atas.

Namun baru-baru ini beredar kabar bahwa Wali Kota Langsa mengeluarkan surat instruksi larangan lomba panjang pinang saat Hari Kemerdekaan.

Hal itu karena, Wali Kota Langsa, Usman Abdullah menilai, perlombaan itu merupakan peninggalan kolonial Belanda, negara yang telah menjajah kita selama 3,5 abad lamanya.

Perlombaan panjat pinang memang berasal dari ide orang-orang Belanda. Mereka mengadakannya sebagai hiburan bagi mereka. Meski memiliki history menyakitkan, panjat pinang tetap dilestarikan sebagai pengingat kita akan perihnya penjajahan pada masa itu.

“Tidak melaksanakan kegiatan panjat pinang di setiap gampong dikarenakan secara historis merupakan peninggalan kolonial Belanda dan tidak ada nilai edukasinya,” demikian isi surat instruksi yang dikeluarkan Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, melansir newsdetik.com.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Langsa M Husin mengatakan bahwa surat instruksi itu hanya sebatas mengimbau, belum ada sanksi bagi pelanggarnya.

“Tidak, belum ada sanksi. Tahun lalu juga mengimbau, buktinya masyarakat di gampong juga masih buat. Tapi ini pemerintah sudah tidak buat lagi (lomba panjat pinang),” katanya.

More From: Berita Menarik