Bocah Pemulung Asal Depok ini Dikira Sudah Meninggal di Pinggir Jalan Ternyata Masih Hidup, Ayah: Maafin Bapak Gak Bisa Jaga Angga


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Gara-gara oknum tak bertanggungjawab, ayah dan ibu bocah pemulung bernama Dedi Putra Anggara atau yang akrap disapa Angga ini jadi panik hingga jatuh pingsan ketika mendapat kabar hoaks mengenai kematian anak mereka.

Sebelumnya, ada seorang pengguna yang tak diketahui identitasnya merekam Angga yang sedang tertidur lelap di pinggir jalan, lalu mengunggahnya ke laman media sosial dengan menyertakan keterangan jika Angga telah meninggal dunia.

Kedua orangtuanya yang mendapat kabar tersebut dari relawan sontak syok dan panik. Ibunya, Dewi Oktaviani (42) bahkan langsung jatuh pingsan.

Sementara sang ayah, Syamsudin langsung mendatangi lokasi video viral tersebut.

“Jadi tetangga ada yang tau lokasi video Angga yang viral itu, langsung kesana berdua naik motor,” terang ibu Angga, Dewi.

Begitu setibanya di lokasi, Syamsudin yang sempat dibuat syok dan panik seketika berubah bahagia karena mendapati putranya itu dalam keadaan sehat. Malah Angga sedang membeli nasi goreng saat itu.

“Alhamdulilah Angga ada, lagi beli nasi goreng. Langsung saya turun saya peluk, gak kuat saya nangis,” kata Syamsudin.

Dalam pelukan itu pula, Syamsudin langsung menyampaikan permintaan maafnya pada Angga karena belum bisa memenuhi segala kebutuhan Angga hingga membuat ia harus ikut terjun langsung mencari uang dengan menjadi pemulung.

“Maafin bapak nak, bapak belum bisa Menuhin kebutuhan Angga selama ini.”

“Maafin bapak, gak bisa jagain Angga. Keadaan bapak kayak gini. Maafin bapak juga ya,” tutur Syamsudin terisak.

via: tribunnews.com

Seperti dilansir TribunnewsBogor.com, Syamsudin sehari-hari bekerja sebagai pedagang siomay keliling. Penghasilannya harus dibagi dengan biaya sewa rumah kontrakan yang kini mereka tempati di Gang Srikaya, Depok Jaya, Pancoran Mas, Depok. Dan sebenarnya, Syamsudin bukanlah ayah kandung Angga, melainkan ayah tiri.

Ayah kandunganya, telah lama meninggal dunia tepatnya saat Angga berusia empat tahun.

“Ayah Angga sudah meninggal sejak dia masih umur empat tahun, kemudian saya menikah sama bapak (Syamsudin). Bapaknya juga sayang banget sama dia sudah kaya anak kandung sendiri, makanya sejak dengar kabar Angga meninggal dia panik terus sampai nyari kemana-mana,” terang Dewi.

More From: Berita Menarik