Kakek 80 Tahun ini Bertahan Hidup di Gubuk Reot dan Makan Dari Pemberian Tetangganya


via: kompas.com

Palingseru.com – Mengharap belas kasihan tetangga, hanya itulah yang bisa dilakukan oleh Parno, kakek 80 tahun yang hidup sebatang kara di sebuah gubuk reot yang rentan roboh di Desa Sugih Waras, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Kehidupan Mbah Parno merupakan satu dari sekian banyaknya ‘potret’ kemiskinan di Indonesia.

Dia tidak memiliki pekerjaan tetap untuk membiayai kehidupan sehari-harinya. Bahkan saking minimnya pendapatan, Mbah Parno sampai tidak memiliki satu peralatan masak pun di dapurnya, seperti dilansir Kompas.com.

Karenanya, Mbah Parno makan dari belas kasihan tetangganya yang merasa iba dengan nasibnya.

“Makan dikasih sama tetangga, saya sering bantu-bantu di situ nyetak bata. Tidak enak kalau dikasih makan terus,” kata Mbah Parno.

Jika tidak membantu tetangganya membuat bata, lanjut Mbah Parjo, biasanya ia bekerja sebagai buruh tanam tebu, bekerja membelah kayu, atau yang paling sering ialah mencari bambu untuk dijual keliling desa.

“Kadang tiga hari tidak ada pembeli bambu. Kalau ada paling untungnya hanya Rp 25.000,” ucapnya.

Saat ini, yang menjadi ketakutan terbesar bagi Mbah Parno adalah insiden robohnya gubuk miliknya.

Gubuk yang terbuat dari bambu itu memang telah usang dan lapuk. Dinding rumahnya bahkan sudah berlubang-lubang sehingga angin dan air hujan dengan leluasa masuk ke dalam rumah.

“Takut juga kalau roboh pas hujan angin. Ini bocor semua, saya hanya bertahan di pojokan dipan itu,” tutur Mbah Parno.

Baca Juga : Jika Di Dekati Kucing Berarti ada 3 Pertanda dari Allah. Kamu Mau Tahu?

More From: Berita Menarik