Pengendara Motor ini Ingin Beli SIM milik Polisi ketika Akan Ditilang, Katanya dengar pernah tapi melihat SIM tidak pernah!


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Razia besar-besaran kini digelar serentak di seluruh wilayah Indonesia. Razia yang bertajuk Operasi Patuh 2019 ini bahkan digelar selama 2 minggu atau 14 hari lamanya, dengan menyasari pengendara roda dua maupun roda empat yang melanggar lalu lintas.

Namun baru lima hari digelar sejak dimulai pada 29 September 2019, Operasi Patuh 2019 sudah banyak meninggalkan kejadian unik dan menarik.

Diantaranya kejadian baru-baru ini, yang menceritakan tentang seorang pengendara motor yang tak pernah melihat SIM (Surat Izin Mengemudi) dan ingin membeli SIM milik polisi ketika ditunjukkan contoh dari SIM.

Kejadian unik ini terjadi saat operasi lalu lintas di Jalan Singaparna-Garut, tepatnya di Kampung Sukasukur, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu, 31 September 2019, mengutip TribunJabar.com.

Bermula dari pengendara tersebut terjaring razia dan dihampiri petugas untuk menanyakan kelengkapan surat-surat kendaraan. Saat salah seorang petugas bertanya SIM miliknya, pengendara itu malah tampak kebingungan.

Dia bahkan melontarkan pernyataan, “Tiasa dipeser ieu ku abdi? (bisa dibeli ini oleh saya?),” sambil menunjuk SIM yang diperlihatkan polisi.

Sontak, beberapa orang dalam video dibuat tertawa oleh tingkah polosnya. Sementara dua petugas polisi begitu sabar menjelaskan SIM kepadanya, bahkan satu diantara petugas polisi memberikan pengendara itu segelas air dan sebungkus roti.

“Saat ditanya SIM dia itu merasa kebingungan,” kata Kanitlantas Polsek Singaparna, Ipda Tono Suherman, polisi yang memberikan makanan ringan kepada si pemotor.

“Saya beri air dan roti supaya ngobrolnya tidak tegang,” lanjutnya.

Menurut Ipda Tono, pemotor yang berprofesi sebagai tukang cilok itu benar-benar tidak mengetahui apa itu SIM.

“Katanya dengar pernah tapi melihat SIM tidak pernah. Oleh petugas ditunjukanlah SIM dia spontan secara polos ngomong pak ieu dipeser ku abdi wios (Pak ini dibeli sama saya boleh?),” cerita Ipda Tono sambil tertawa.

Pemotor itu sendiri terhitung pengendara baru, yang baru memiliki kendaraan selama delapan bulan dan belum lunas. Karenanya, ia tidak mengetahui SIM itu apa.

“Dia berterimakasih telah diberitahu dan katanya akan bikin SIM,” tutur Ipda Tono.

More From: Berita Menarik