Bayi 4 Bulan di Palembang ini Meninggal Diduga Gara Gara Kabut Asap, Ditemukan Bakteri di Paru Parunya


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Bencana kabut asap kini kembali melanda negeri tercinta, Indonesia. Bahkan, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla ini sudah masuk dalam level ‘tidak sehat’ dan ‘berbahaya’.

Dan pulau yang paling terkenda dampaknya ialah Kalimantan dan Sumatera.

Para penduduk di dua pulau tersebut pun kini dibuat semakin resah dan cemas akan kondisi kesehatan mereka yang terus menerus menghirup kabut asap.

Bahkan baru-baru ini dilaporkan seorang bayi berusia 4 bulan meninggal dunia akibat dampak Karhutla tersebut.

Elsa Pitaloka meniggal dunia diduga akibat kabut asap yang melanda di tempat tinggalnya di Dusun III Desa Talang Bulu, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Palembang.

Itu karena dokter menemukan kantung udara di dalam paru-paru Elsa mengalami peradangan dan membengkak yang disebabkan adanya bakteri.

Dengan kata lain, Elsa menderita pneumonia atau penyakit infeksi paru-paru.

Pneumonia umumnya memang sering terjadi pada anak kecil. Terutama apabila terdapat gizi kurang ditambah dengan keadaan lingkungan yang tidak sehat.

Namun untuk lingkungan Elsa sendiri masih masuk dalam kategori sehat, karena masih banyak pepohonan hijau. Tetapi, karena semakin parahnya kabut asap dari karhutla membuat kondisi kesehatannya memburuk hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (15/9/2019) kemarin di Rumah Sakit Ar Rasyid Palembang, melansir Warta Kota.

Kematian Elsa, bayi dari pasangan Ngadirun (34) dan Ita Septina (27) akibat kabut asap dari Karhutla ini jelas menjadi ‘tamparan’ bagi pemerintah, untuk lebih bijak dan gesit dalam menyelesaikan permasalahan ini, agar tak ada lagi yang menjadi korban.

More From: Berita Menarik