Menderita Penyakit Misterius, Pria ini selama 4 Tahun Terbaring seperti Kayu


via: kompas.com

Palingseru.com – Kembali menikmati hidup dengan bebas, mungkin itulah yang menjadi keinginan utama dari Fendi Suryadi (28) sejak seluruh tubuhnya menjadi kaku seperti kayu.

Fendi terhitung sudah empat tahun menjalani hari dan menikmati hidupnya dengan berbaring di atas kasur tipis di rumahnya di Desa Ngancar, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Anehnya, sampai saat ini, penyakit apa yang menyerang tubuhnya tidak dapat dipecahkan.

Sebelumnya, melansir dari Kompas.com, Fendi mulanya merasakan tangan kirinya kebas. Saking kebasnya, kabel yang melilit tangannya sewaktu bekerja di sebuah pabrik pembuatan kabel body milik salah satu perusahaan otomotif di Bekasi, sampai tidak terasa.

Ia kemudian mendatangi salah satu rumah sakit di Cikarang untuk memeriksakan kondisinya, dan di sana ia diagnosis menderita stroke ringan.

“Diagnosisnya dari rumah sakit stroke ringan. Kemudian dirujuk ke RSUD Moewardi Solo karena Mas Fendinya mau dirawat di rumah,” ungkap Edi Purwanto, kerabat Fendi.

Di RSUD Moewardi Solo, Fendi dirawat hingga satu bulan lebih, dan selama itu ia menjalani pemeriksaan di laboratorium sebanyak 13 kali untuk mencari tahu penyebab sakit yang diderita.

“Lab nya sampai 13 kali di Budi Sehat, diagnosisnya toxoplasma. Informasinya obatnya hanya di Dr Soetomo Surabaya,” ujar Edi.

Atas informasi tersebut, keluarga membawa Fendi ke rumah sakit tersebut. Keanehan pun kembali terjadi. Dokter justru mendiagnosis penyakit baru yang bahkan lebih mengerikan, yakni kanker otak.

Pihak rumah sakit menyarankan keluarga untuk segera melakukan operasi, tapi anehnya saat dilakukan pemeriksaan MRI, dokter tidak menemukan adanya kanker di otak Fendi.

“Itu sampai tiga kali terjadi. Di MRI ada tapi saat akan dioperasi tiba-tiba nggak ada,” ucap Edi yang selalu mendampingi Fendi.

Sampai saat ini, penyakit pasti yang dialami Fendi masih menjadi misteri. Pengobatan pun dihentikan oleh keluarga karena pesangon dari perusahaan sebesar Rp 30 juta habis.

Keluarga lebih memilih pengobatan alternatif, karena tidak mampu. Orangtua Fendi sehari-harinya hanya bekerja sebagai buruh tani, yang penghasilannya tidak menentu. Mereka pun pasrah dengan keadaan, sambil berharap ada bantuan dari pemerintah setempat.

More From: Berita Menarik