Geramnya Ibu Kandung, Tahu Anaknya Diperkosa dan Dibunuh di Sukabumi Lalu Mayatnya Dibuang di Sungai, “Mau digantung silakan, mau dihukum mati silakan”


via: kompas.com

Palingseru.com – Kita semua pasti sudah tahu, bahwa ibu adalah ‘orang pertama’ yang akan merasa terpukul dan paling bersedih saat mengetahui anaknya telah tiada. Ya, sebagai sosok yang mengandung, melahirkan, menyusui, hingga membesarkannya, jelas ada banyak cinta dan kasih sayang dalam sanubari ibu.

Terlebih lagi jika sang anak meninggal secara sadis dan tragis, maka perasaan yang dirasakannya bukan hanya sedih namun juga amarah yang begitu besar.

Begitu pula dengan Sri Yuliganti (38), ibu kandung NP, bocah 5 tahun yang jasadnya ditemukan di Sungai Cimandiri, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (22/9/2019) lalu.

Dia begitu emosi dan berang ketika mengetahui putrinya itu meninggal karena dibunuh dan diperkosa oleh keluarga angkatnya.

Sebelumnya, saat melihat jenazah sang anak di Instalasi Jenazah RSUD R Syamsudin, Minggu (22/9/2019) malam, dirinya sudah curiga jika anaknya meninggal dunia akibat tindakan kekerasan.

“Masak sih hanyut di sungai? Saya melihat dengan mata saya sendiri, anak saya pada lehernya memar, mulut berbusa, dan betisnya ada luka. Saya sudah curiga,” kata Yuli, dilansir Kompas.com.

Yuli dan ayah kandung NP sendiri sudah berpisah. Dia bahkan telah menikah lagi dengan seorang pria bernama Jaja (50), dan memiliki seorang anak laki-laki berusia tiga tahun.

Karenanya, hak asuh anak dialihkan ke tersangka SR.

Namun ia tak pernah menyangka, selama tinggal bersama SR dan kedua anak remajanya, RS dan RG, anaknya sering dianiaya hingga diperkosa oleh kedua anaknya.

“Kata para tetangga, anak saya ini sering disiksa ibu angkatnya,” katanya.

Sebagai seorang ibu, Yuli jelas ingin mendapatkan keadilan untuk anaknya, dengan memberi hukuman yang berat bagi para pelaku, meskipun hal tersebut belum setimpal.

“Mau digantung silakan, mau dihukum mati silakan,” tuturnya.

More From: Berita Menarik