Kakak di Kutai Timur ini Tega Hamili Adik Kandung, Berawal dari Curhatan Sang Adik


via: mediarestorasi.com/Ilustrasi Pelajar SMA Hamil

Palingseru.com – Seorang kakak di Kutai Timur, Kalimantan Timur diamankan aparat kepolisian Polres Kutim pada Selasa (1/10/2019) karena telah menggauli adik kandungnya sendiri hingga hamil.

Terbongkarnya aksi bejat Romi (23) kepada adiknya, B (19) setelah tetangga dan ibu RT setempat menaruh curiga pada B yang saat itu sering mual-mual dan jarang keluar rumah.

Awalnya, B yang masih duduk di kelas III SMA ini beralasan sakit kista.

Tapi ibu RT dan tetangga tidak mempercayai begitu saja, sehingga membujuk dan membawa B ke rumah sakit.

Begitu dicek, benar jika ia telah hamil.

Di sinilah, B akhirnya membongkar perbuatan bejat kakaknya. Oleh ibu RT, B dibawa ke Polres Kutim untuk membuat laporan.

Di hadapan petugas, B pun menceritakan bahwa awal mula persetubuhan itu terjadi ketika ia sering curhat kepada kakaknya mengenai bully-an teman di sekolah karena kondisi keluarganya yang kurang mampu.

Dari curhatan itu, muncul ajakan berhubungan badan yang disertai ancaman dari pelaku yang tidak akan membiayai sekolah B jika menolak.

“Dia (B) sering curhat ke kakaknya. Karena curhatan itu secara terus-menerus, kakaknya mengajak berhubungan badan. Itu asal muasalnya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Kutim AKP Ferry Putra Samodra.

Atas ancaman itu, korban akirnya mengiyakan.

Meski awalnya dipaksa, tapi lama kelamaan keduanya saling suka dan melakukan hubungan badan layaknya pasangan suami istri secara terus menerus sejak tahun 2018 sampai September 2019 lalu, melansir TribunMataram.com.

Yang mengejutkannya, kedua orangtua mereka tidak tahu menahu soal kehamilan ini. Orangtuanya baru mengetahui ketika ada laporan polisi dan hasil cek rumah sakit.

Hal itu rupanya karena orangtua mereka tinggal terpisah bersama anak-anak tetapi rumah bersebelahan.

“Hubungan badan dilakukan di rumah yang mereka (B, Romi dan adik-adiknya) tinggal,” terang Kasat Reskrim.

Dalam kasus ini, Romi dikenai Pasal 18 dan Pasal 82 UU nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

More From: Berita Menarik