Menurut Pengamat, Tak Bijak Anggota TNI Dihukum karena Istri Nyinyir di Medsos Soal Penikaman Wiranto


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Kasus penusukan Menko Polhukam Wiranto kini semakin melebar, dengan seiring menyusulnya kasus-kasus yang bersangkutan dengan peristiwa tersebut. Diantaranya postingan nyinyir istri anggota TNI di media sosial yang kini memicu kehebohan hingga berujung pada pencabutan jabatan sang suami.

Dan pencabutan jabatan ini tidak hanya dialami oleh satu orang anggota TNI, melainkan tiga orang, yakni Dandim Kendari Kolonel HS, Sersan Z, dan Bintara Penyidik Satpomau Peltu YNS.  Ketiganya dikenai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Disiplin Militer.

Dicabutnya jabatan ketiga anggota TNI akibat ulah tak terpuji para istrinya ini sontak mencuri perhatian sekaligus memberi pelajaran berharga bagi seluruh keluarga besar tentara (KBT), untuk lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial.

Sementara di samping itu, kasus pencopotan jabatan ketiga anggota TNI ini mendapat sorotan tajam dari peneliti Imparsial bidang militer, Anton Aliabbas.

Dia menilai jika itu adalah langkah yang tidak bijak, karena di sini, yang melakukan pelanggaran adalah istri mereka, bukan ketiga anggota TNI tersebut.

“Jadi, kalau dilihat lebih lanjut, pemberian sanksi copot jabatan dan hukuman badan kepada prajurit TNI akibat perbuatan istri, adalah langkah yang tidak bijak. Semestinya, kalaupun jika pimpinan TNI ingin memberikan sanksi kepada prajurit TNI, cukup hanya teguran ataupun peringatan saja. Itu sudah cukup karena catatan tersebut akan menjadi bagian dalam rekam jejak karier,” tuturnya, dikutip Warta Kota.

Menurutnya, pencabutan jabatan terhadap prajurit TNI ini adalah kali pertama dalam sepanjang sejarah TNI.

“Sejauh pengamatan saya, ini adalah kejadian pertama, bahwa ada yang kehilangan jabatan sebagai dampak dari dugaan pelanggaran etika dalam bermedsos,” imbuhnya.

More From: Berita Menarik