Debt Collector Dibunuh Nasabah Sendiri Lalu Mayatnya Dibuang ke Jurang, Utang dari Rp 40 Juta Menjadi Rp 150 Juta


via: pojoksatu.id

Palingseru.com – Masalah hutang piutang memang sering menimbulkan ‘sengketa’ antara si peminjam dan pihak yang memberikan pinjaman. Hal ini sudah sangat sering terjadi, khususnya di Indonesia. Bahkan tak jarang, ‘sengketa’ ini berakhir pada aksi pembunuhan.

Seperti kasus baru-baru ini yang datang dari wilayah hukum Sukanagara, Cianjur, Jawa Barat.

Tetapi, bukan si peminjam yang menjadi korbannya, melainkan debt collector bernama Jenal Omposunggu Aritonang.

Hal tersebut dipicu dengan tindakan tak menyenangkan korban selama menagih hutang kepada nasabahnya, Asep Nugraha Arifin alias Ahek (50).

Selain itu, juga meningkatnya jumlah hutang dari pinjaman awal.

“Dalam delapan bulan, dari Rp 40 juta sampai jadi Rp 150 juta,” keluh Asep.

Asep menjelaskan, utang itu merupakan buntut dari pinjaman sebuah koperasi, yang ia gunakan sebagai modal membuka kantin di sekolah tempat istrinya mengajar.

Tapi bukannya menagih dengan baik dan ramah, korban justru kerap membentak dan menantang Asep untuk berduel.

“Sudah dibayar sebagian, tapi selalu nagih terus, sambil marah-marah dan nantang duel. Katanya, kalau saya duel menang, hutangnya lunas,” ungkap Asep.

Tindakan tak menyenangkan itulah yang akhirnya menguras emosi Asep hingga membuat ia gelap mata.

“Soalnya nagihnya keterlaluan. Sampai ngancam mau nyita rumah saya,” kata Asep.

Tak sendiri, Asep mengeksekusi korban bersama pekerjanya, Cecep Kardana alias Maung (42), beserta 5 pelaku lain, melansir pojoksatu.id.

Korban dibunuh dengan menggunakan benda tumpul, dan kemudian jasadnya dibuang ke sebuah jurang di Sukanagara.

“Langsung digotong berdua terus dibuang ke jurang,” ujar Cecep.

More From: Berita Menarik