Karena Malu Disebut Miskin, Penjual Kue Ini Memutuskan Untuk Keluar Sebagai Penerima PKH


via: kompas.com

Palingseru.com – Saat ini pemerintah semakin gencar meluncurkan program bantuan khusus untuk masyarakat tidak mampu. Salah satu program bantuan yang sudah diterapkan ialah Program Keluarga Harapan (PKH).

Sudah banyak masyarakat Indonesia menjadi penerima bantuan ini. Paramita Pratiwi, salah satunya.

Tetapi, ibu 33 tahun yang berdomisili di RT 01/RW 08 Kelurahan Barurambat Kota, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur ini merasa malu dengan menjadi penerima bantuan tersebut, karena identik dengan bantuan untuk orang miskin.

“Saya malu disebut orang miskin dan mendapat bantuan pemerintah terus menerus,” kata wanita yang akrab disapa Mita ini, dilansir Kompas.com.

Atas dasar rasa malu itu lah, Mita akhirnya memutuskan untuk keluar dari PKH.

Tapi keluarnya Mita dari bantuan PKH semata-mata bukan karena gengsi, melainkan ingin memberikan peluang bagi masyarakat miskin yang benar-benar membutuhkan bantuan. Sebab, baginya, dirinya tidak pantas menerima bantuan tersebut karena memiliki penghasilan tetap dari sang suami dan juga usaha kecil-kecilan dari berjualan kue.

Mita bahkan mengaku, selama menerima bantuan, bantuan tersebut tidak pernah diambil sendiri. Ia berikan kepada tetanganya yang lebih berhak darinya.

“Saya serahkan semuanya kepada tetangga, kerabat dan teman saya yang ekonominya di bawah saya,” kata Mita.

Mita pun menyayangkan ketidaktepatan sasaran bantuan ini.

“Ada juga penerima bantuan PKH yang rumahnya tembok, berlantai keramik, jadi guru, suaminya punya kerjaan tetap, sudah punya motor dan sebagainya,” terang Mita.

Sayangnya, bantuan itu tidak bisa dicabut dengan sendirinya oleh pihak terkait, karena harus dari penerima bantuan sendiri yang mengundurkan diri.

Sementara penerima bantuan yang berasal dari latar belakang ekonomi kelas menengah yang sudah mengetahui dirinya tidak layak mendapat bantuan masih bertahan dengan bantuan pemerintah karena merasa nyaman.

Karena inilah, Umi Salamah, pendamping sosial PKH Kelurahan Barurambat Kota salut dengan keputusan Mita, yang mau melepas statusnya sebagai penerima bantuan.

“Saya apresiasi Ibu Paramita karena berani keluar dari penerima PKH. Saya berharap ada banyak orang seperti Ibu Paramita lagi sehingga membuka peluang kepada orang miskin yang lain untuk menerimanya,” ujar Umi.

More From: Berita Menarik