Gara Gara Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar di Solo Harus Diobati di Rumah Sakit Jiwa


via: kompas.com

Palingseru.com – Semakin mengkhawatirkan, game online kini kembali menambah daftar panjang penggunanya yang alami kecanduan hingga berujung dirawat di rumah sakit khusus gangguan jiwa.

Kasus semacam ini memang tak bisa sepenuhnya disudutkan pada game berbasis online tersebut, karena kehadiran game juga sebagai hiburan. Namun yang harus diambil pelajaran di sini ialah intensitas memainkannya.

Kendalikan diri selama bermain game online sehingga tidak sampai kecanduan dan berujung direhabilitasi di rumah sakit jiwa, seperti kasus belum lama ini di Solo, Jawa Tengah.

Sekitar 35 anak yang masih berstatus pelajar harus dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr Arif Zainudin Kota Surakarta akibat kecanduan game online ekstrem.

“Yang rawat inap kemarin ada dua anak. Kelas 3 SMP dan satunya kelas I SMA. Tapi, sekarang sudah tidak ada. Mereka baru pulang Minggu kemarin,” terang Aliyah Himawati, Kepala Instalasi Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja RSJD Dr Zainudin, dilansir Kompas.com.

Untuk penanganan pada pasien anak kecanduan game online, Aliyah mengatakan, disesuaikan dengan gelaja yang muncul. Sebab, tidak semua pasien anak gejalanya sama. Namun gejala paling umum dialami para pasien ialah emosi yang tak terkontrol.

“Ada beberapa langkah yang kita lakukan untuk mengatasi gangguan emosi. Salah satunya dengan obat, dengan farmakoterapi,” kata Aliyah.

Setelahnya, akan dilanjutkan dengan terapi perilaku.

“Minggu pertama bisa kita terapi perilaku. Dan itu berlanjut paling tidak enam bulan. Idealnya seperti itu,” tutur Aliyah.

Terapi perilaku dinilai mengambil peran penting bagi kesembuhan para pasien, karena di sini, pasien anak kecanduan game online secara perlahan akan mengakui kalau dirinya kecanduan.

“Jadi, kita harus menekankan anak itu mengakui kalau dirinya itu kecanduan game online. Itu sebuah proses sehingga kita bisa masuk ke terapinya.”

More From: Berita Menarik