Alami Kebutaan Selama 20 Tahun, Kakek 70 Tahun ini Harus Tinggal di Gubuk Tua dan Tidur Beralas Karpet yang Sudah Lusuh


via: kompas.com

Palingseru.com – Tak dipungkiri, setiap orang mendambakan hidup sejahtera, terlebih untuk di masa tua. Sehingga masa tua dapat dinikmati dengan nyaman dan menyenangkan. Tapi apa daya, semua itu hanya tinggal jadi harapan dan angan-angan bagi masyarakat miskin, termasuk untuk kakek Tobias Muut (70).

Di usianya yang sudah sangat senja itu, kakek Tobias hanya bisa terbaring lemas di dalam sebuah gubuk tua, tanpa kasur dan bantal empuk. Hidupnya semakin dia rasa sengsara sejak 20 tahun mengalami kebutaan.

Di sini, bukan hanya aktivitasnya yang jadi terhambat, tapi juga pemasukan untuknya dan sang istri, Odilia Oliva.

“Sudah 20 tahun saya ini buta, Pak. Awalnya kena serangga, lama-lama saya jadinya tidak bisa melihat sampai sekarang. Mau obat ke dokter, uang dari mana. Kami ini orang miskin. Tidak punya apa-apa,” tutur kakek Tobias, dilansir dari Kompas.com.

Kakek Tobias mengaku, sejak matanya tak dapat melihat, ia tidak bisa melakukan pekerjaan apapun. Karenanya, kakek Tobias sangat ingin sekali untuk dapat melihat lagi, karena merasa kasihan pada istrinya, yang kini harus berjuang seorang diri untuk kebutuhan hidup mereka.

“Saya hanya kasihan dengan istri. Dia terpaksa kerja keras untuk kasih saya makan. Sebenarnya saya ingin sekali melihat lagi. Itu saja mimpi saya dari dulu,” ucapnya.

Dan lagi-lagi, keluarga miskin yang sangat layak mendapat bantuan ini tak pernah terjamah oleh program bantuan dari pemerintah.

“Warga lain ramai terima uang PKH dan beras sejahtera. Sementara kami ini sama sekali tidak dapat. Entah kenapa, kami juga tidak tahu,” kata nenek Oliva.

Sambil berderai air mata, nenek Oliva juga mengatakan bahwa ia dan suaminya ingin sekali keluar dari suasana sulit yang dialaminya selama puluhan tahun.

Belum lagi jika mereka harus menahan hawa panasnya matahari yang menembus gubuk mereka, serta dinginnya di malam hari. Sementara di samping itu, tidak ada benda yang bisa mereka gunakan sebagai penghangat di kala malam.

Bahkan, jangankan untuk selimut, tempat tidur saja mereka tak punya. Setiap hari selama puluhan tahun ini, kakek Tobias dan nenek Oliva menghabiskan masa rehatnya di malam hari dengan tiduran di atas karpet lusuh.

More From: Berita Menarik