Gunakan Kapsul Perawan Untuk Tipu Pelanggannya, Gadis ini Mengaku dibayar Jutaan Rupiah Untuk Sekali Main


KAPSUL PERAWAN PSK
GAMBAR ILUSTRASI Tribun Batam/ Eko dan Tribun Bogor / Naufa

Palingseru.com – Bermodalkan ‘kapsul perawan’ yang didapat dari toko obat, dua mucikari di Bogor, Jawa Barat, M (28, perempuan) dan A (29, laki-laki) berhasil mengelabui para pelanggannya hingga meraup keuntungan belasan juta rupiah.

Ya, inilah praktik prostitusi yang baru-baru ini dibongkar pihak kepolisian Polres Bogor.

Praktik ilegal ini berhasil diungkap petugas berkat layanan jasa yang ditawarkan secara terang-terangan di platform jejaring sosial, seperti Facebook, Instagram hingga WhatsApp.

“Jadi, tidak ada modus yang ditutupi makanya terlacak oleh kepolisian untuk itu kami ungkap bagaimana transaksi mereka, bahkan sampai wilayah Kalimantan pesannya,” ungkap Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni, dilansir Warta Kota.

Melalui platform jejaring sosial tersebut, dua mucikari M dan A menawarkan tiap ‘anak ayam’nya (berusia 18-20 tahun) dengan mencantumkan statusnya yang masih ‘perawan’.

Alhasil, banyak pria hidung belang menghubungi keduanya, yang selanjutnya diarahkan oleh M dan A ke hotel yang telah disepakati.

Setelahnya, kedua mucikari tersebut memaksa para korban menggunakan kapsul keperawanan, yang dimasukkan ke dalam kemaluan satu jam sebelum berhubungan.

“Iya ada mereknya, kita tahu sejenis jamu dalam bentuk kapsul biasanya satu jam sebelum berhubungan itu dimasukkan ke dalam kemaluan korban. Setelah main kelihatan darah (perawan) untuk mengelabui konsumennya,” terang Kapolres.

Dengan trik itulah, M dan A berhasil meraup keuntungan berlipat ganda.

“Jatah mami Rp 3 juta dan Rp 17 juta itu jatah gadis yang dieksploitasi tadi,” kata Kapolres.

Praktik prostitusi ini sendiri baru terungkap pada Selasa (15/10/2019) lalu sekitar pukul 19.40 WIB, di salah satu hotel di Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

M dan A dikenai hukuman kurungan maksimal 15 tahun, karena telah melanggar Pasal 2 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 296 KUHP.

More From: Berita Menarik