Warga di Desa Terpencil di Jawa Tengah: “Penjajah Saja Bangunkan Jembatan, Kenapa Pemerintah Sendiri Tak Sudi?”


via: kompas.com

Palingseru.com – Inilah kenyataan pahit yang harus seringkali ditelan mentah oleh penduduk di desa terpencil. Dimana mereka kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Termasuk mengenai akses jalan atau akses penghubung bagi keberlangsungan aktivitas mereka.

Seperti apa yang kini tengah dirasakan masyarakat Dusun Sidorejo, sebuah desa terpencil di Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Sudah sejak puluhan tahun ini, mereka mengeluh mengenai jembatan yang menjadi akses penghubung antar kecamatan, karena jembatan yang menjadi akses perekonomian mereka telah hilang ditelan derasnya air sungai.

Sejak saat itu, seperti dilansir Kompas.com, warga harus berputar hingga 40 kilometer untuk menuju Dusun Peting, Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan. Begitu juga warga di lokasi sebaliknya.

Adapun jembatan, namun kondisinya sangat tidak layak. Hanya terbuat dari kayu usang, yang dapat membahayakan bagi para penggunanya. Bahkan, telah banyak pengendara yang terpeleset jatuh ke dasar sungai saat melewati jembatan seadanya itu.

“Kami butuhnya jembatan besar yang berada di atas sungai, dengan pa**ang sekitar 50 meter. Itu baru menghubungkan dua kecamatan,” kata Darsono, perangkat Desa Bandungsari.

Diakui oleh Darsono, pihaknya sudah berkali-kali mengajukan permohonan kepada Pemerintah Daerah untuk realisasi jembatan penghubung antar kecamatan tersebut.

Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan atau kepastian yang diterima.

“Kami berharap pemerintah atau Pak Presiden Jokowi sudi membangunkan jembatan untuk kami. Kami sudah sangat lama mengajukan pembuatan jembatan hingga berkali-kali, namun tak ada respons. Baik DPR maupun Pemkab Grobogan tak ada kepastian hingga saat ini,” tuturnya.

Di sisi lain, tokoh masyarakat Desa Karangasem, Sujono (60), mengatakan puluhan tahun lalu saat ia masih anak-anak, penduduk antar kecamatan sangat mudah beraktivitas karena sudah tersedia jembatan sepa**ang 50 meter, bekas peninggalan zaman Belanda.

“Puluhan tahun lalu ada jembatan sepa**ang 50 meter peninggalan Belanda. Namun hanyut dibawa sungai. Belanda si penjajah saja bangunkan jembatan, masak pemerintah sendiri tak sudi bangunkan jembatan,” tukasnya.


Like it? Share with your friends!