Ayahnya Sudah Meninggal Ibunya Entah Pergi Kemana, Bocah di Cianjur Rela Berjualan Kerupuk Demi Bantu Sang Nenek


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Tak ada waktu bermain dan momen indah bersama teman-teman, yang ada hanya rasa letih dan capek karena seharian harus berjualan kerupuk kembang keliling kampung, inilah gambaran kehidupan seorang bocah 12 tahun bernama Nurzen.

Ya, ketika anak-anak seusianya menikmati harinya dengan riang gembira, bermain ke sana sini, Nurzen justru harus banting tulang membantu menafkahi bibi dan neneknya, yang tinggal satu atap dengannya di Kampung Pesantren Al-Falah RT 02/RW 04, Desa Simpang, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, melansir TribunJabar.com.

“Hasil berjualan saya berikan untuk bibi dan nenek, ayah saya sudah meninggal. Kalau ibu masih ada tapi tidak tahu keberadaannya di mana,” kata Nurzen.

Setiap harinya, Nurzen pun harus berjalan berkilo-kilo meter dan berjibaku dengan cuaca panas dan dingin, apabila terjadinya hujan.

Meski demikian, langkah kakinya tak pernah gentar. Dia dengan gigih dan sabarnya menjajakan kerupuk dari satu kampung ke kampung lain, agar bisa pulang membawa uang.

“Sering pulang malam, kalau barang dagangan gak habis. Pokoknya sehabis saja, belum habis gak pulang,” tutur bocah malang tersebut.

Karena keterbatasan ekonomi ini pula, Nurzen terpaksa tak melanjutkan sekolah ke jenjang SMP.

Beruntung, kisah kehidupannya ini telah sampai ke telinga anggota DPRD Cianjur, Rustam Efendi. Sehingga kemungkinan besar Nurzen akan mendapatkan haknya kembali, untuk mengenyam pendidikan.

“Harus lanjut sampai SMP dan SMA, harus ada yang monitoring dan kontrol sampai bisa mandiri,” kata Rustam.

Bahkan, langkah Rustam untuk membantu Nurzen telah mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak.

“Kabarnya Dinsos (Dinas Sosial) dan Kesra (Kesejahteraan Rakyat) juga akan membantu, kami akan mengakomodir semua, selain di internal akan menggalang bantuan ke fraksi lainnya dengan dasar kemanusiaan,” ungkap Rustam.

More From: Berita Menarik