Kisah Bilik Asmara di Tempat Pengungsian, Sengaja Dibangun untuk Mengakomodir Kebutuhan Suami Istri yang Tidak Memiliki Tempat


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Jika ‘bilik asmara’ selama ini gencar dimusnahkan petugas, maka tidak halnya dengan kisah berikut ini. Dimana pemerintah dan para relawan bersama-sama membangun bilik asmara untuk pengungsi gempa Ambon, Maluku.

Bilik asmara itu tentu saja dibangun untuk mereka yang sudah berkeluarga, yang sudah lama tidak dapat menunaikan kewajiban batiniahnya karena hidup di tenda pengungsian, membaur bersama penduduk lain.

Firda, salah satu pengungsi bahkan mengaku untuk bermesraan seperti memeluk pasangannya saja ia merasa sungkan.

“Untuk urusan itu (berhubungan intim) kita hanya bisa menahan saja, bisa dilihat sendiri di dalam tenda itu kita tidak tidur sendiri, ada orang tua ada anak-anak dan keponakan jadi mau peluk saja tidak bisa,” ucapnya sambil tersenyum, dilansir warta kota.

Dengan ketidaktersediaannya lahan untuk berhubungan, diakui oleh Firda, sebagian pengungsi sampai memanfaatkan rumah mereka yang tidak begitu rusak parah.

“Syukur bagi mereka yang rumahnya tidak rusak tapi bagi mereka yang rumahnya rusak mau bagaimana, terpaksa pasrah saja,” tuturnya.

Dengan banyaknya hambatan pasutri untuk berhubungan inilah yang membuat petugas dan para relawan berinisiatif mendirikan bilik asmara di Dusun Pawang Busur Timur, Desa Rempek, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, dengan menambahkan aneka grafiti kasih sayang bergambar jantung hati dan tulisan “You and Me”.

“Bilik mesra ini dibuat untuk mengakomodir kebutuhan primer suami istri yang tidak memiliki tempat untuk melakukan hubungan,” kata seorang relawan.

More From: Berita Menarik