Menurut Psikolog, Pelaku Teror Pelempar Sperma Terjadi Akibat Gara Gara Kelamaan ‘Menjomblo’


via: kompas.com

Palingseru.com – Sejak mencuat ke media, kasus teror pelemparan sperma yang dilakukan oleh SN, pria 25 tahun di Kota Tasikmalaya, jadi sorotan tajam banyak pihak. Termasuk diantaranya para psikolog.

Salah seorang psikolog bernama Rikha Surtika telah mengungkap fakta terkait kondisi kejiwaan pelaku.

Menurutnya, pelaku memiliki kejiwaan yang normal seperti lelaki pada umumnya. Hanya saja, faktor ‘telat’ memiliki pasangan membuat ia terdorong untuk melakukan perbuatan bejat itu.

Ditambah, kecanduan hal-hal berbau porno.

“Sebetulnya penyebabnya kompleks, tapi melihat dari usianya pelaku telat memiliki pasangan,” kata wanita yang menjabat sebagai Kepala Biro Psikologi Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya ini, dilansir Kompas.com.

“Hasratnya terus didorong oleh konten pornografi tapi tak berhasil menyalurkan hasratnya secara normal ke lawan jenis,” tambah Rikha.

Dengan dikuasai rasa candu terhadap hal-hal berbau porno, pelaku lantas memiliki daya imaginasi yang vulgar.

“Perlakuannya ini akibat tidak bisa menjaga pertemanan dengan manusia atau lawan jenis.”

“Juga, ketidakmampuan berinteraksi sosial dan tak bisa mendapatkan pasangan. Terlebih usianya masa ideal untuk menikah,” ujar Rikha.

Karena itu, pelaku yang tak memiliki tempat pelarian melampiaskan nafsu, akhirnya keluar rumah, mencari cara menyelesaikan hasrat seksualnya dengan cara yang tak lazim seperti itu. Memainkan alat vitalnya lalu melemparkan sperma ke arah korban.

“Kasus ini agak aneh karena menyelesaikan kegiatannya di muka publik. Kalau ekshibisionis bukan seperti itu, hanya dengan reaksi menjerit dari yang melihatnya saja mereka sudah terpuaskan,” kata Rikha.

Untuk mengatasi kelainan ini, Rikha mengatakan bahwa solusinya hanya satu, yakni dengan menikah.

“Perilaku ini bisa disembuhkan, orangnya normal. Tapi ada semacam pola belajar bersosialisasi yang harus diluruskan,” tutupnya.


Like it? Share with your friends!