Karena Tak Punya Uang Untuk Berobat, Warga di Pangkep Ini Hanya Bisa Pasrah Menahan Sakit di Gubuknya


via: news.rakyatku.com

Palingseru.com – Terbaring sambil menahan rasa sakit, beginilah hari-hari memilukan yang harus dilalui oleh Nurhayati (60).

Warga kurang mampu yang menghuni sebuah gubuk berukuran 3×5 meter dengan beralaskan tanah dan tanpa penerangan listrik ini tidak bisa berbuat banyak untuk mengusir rasa sakitnya, karena tidak memiliki uang cukup untuk berobat ke rumah sakit.

Suaminya, Mauraga (73), sebenarnya tak tega melihat kondisi istrinya yang terus mengeluh merasakan sakit akibat penyakit diabetes yang dideritanya sejak setahun terakhir.

Namun ia tak bisa berbuat banyak, karena tak memiliki uang. Sehari-hari, Mauraga bekerja sebagai tukang bentor (becak motor) yang penghasilannya terbilang tidak tetap.

“Biar di rumah saja Pak, karena kalau dibawa ke rumah sakit, tidak ada yang jagai.”

“Saya juga tidak punya uang bolak balik rumah sakit dan tidak ada yang cari uang sehari-hari untuk beli obat untuk ibu,” tutur Mauraga di rumahnya, di Jalan Fadeli Luran Kelurahan Minasatene, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep. Demikian melansir news.rakyatku.com.

Mauraga dan sang istri pun berharap ada orang-orang berhati mulia yang bersedia menyalurkan bantuan untuk pengobatan Nurhayati.

Kisah Nurhayati ini seharusnya menjadi PR bagi pemerintah desa dan pemerintah kota, untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat kurang mampu yang tak dapat berobat karena terbatas biaya.

More From: Berita Menarik