Siswi SMP yang Masih 14 Tahun ini Jadi Korban Bejat Ayah Tirinya Selama 4 Tahun, Semua Terungkap Dari Curhatan Korban di Buku Prakarya


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Sungguh memilukan, selama bertahun-tahun korban tidak mendapat perlindungan dan hanya bisa mencurahkan penyiksaan batin yang ia terima selama menjadi budak nafsu ayah tirinya.

Melalui buku prakarya, korban yang kini sudah remaja dengan menginjak usia 15 tahun menulis tiap kekerasan seksual yang ia dapat dari ayah tirinya, TW (33).

“Sejak kelas 5 SD sampai sekarang saya manut diperlakukan apa saja,” bunyi salah satu tulisannya.

Korban berkisah mulai mendapat serangan seksual dari ayahnya sejak sang ibu, Tinuk mengalami gangguan kejiwaan.

Karena kondisi ini pula, korban tidak mendapat perlindungan dari sang ibu. Tapi korban tak lagi dapat mentolerir kondisi ibunya tatkala mengetahui fakta, bahwa ibunya hanya berdiam membisukan diri ketika ia diperkosa dihadapan ibunya.

“Padahal (ibu) satu-satunya harapan untuk menolong masa depan saya. Tapi saya sangat kecewa,” ucapnya.

Hal itu ternyata karena sang ibu takut akan diceraikan oleh suami barunya, dilansir TribunJakarta.com.

Kekerasan seksual yang didapati korban pun semakin gila, dengan melibatkan permainan threesome antara ayah tiri, ibunya dan dirinya.

Perbuatan bejat yang berlangsung selama 4 tahun lamanya itu berakhir pada Rabu (27/11/2019) pagi, saat korban akan berangkat sekolah.

“Di lantai atas, saya diperlakukan yang aneh-aneh. Padahal saya mau berangkat ke sekolah pukul 6 dan itu saya berseragam,” tulis korban mengakhiri curhatnya.

Terungkapnya kasus ini sendiri setelah pihak sekolah melakukan konseling terhadap korban, yang merasa ada kejanggalan pada pribadi korban yang jadi sering murung di sekolah.

Setelah mendapat penjelasan korban, pihak sekolah akhirnya menginformasikan ke bibi korban yang selanjutnya diteruskan melapor ke Polres Tulungagung.

“Terduga pelaku sudah kami amankan untuk menjalani proses hukum,” ungkap Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas, Ipda Anwari.

More From: Berita Menarik