Keliling Jalan Kaki dari Cibinong Hingga Bekasi Untuk Dagang Bale Bambu, Lelahnya Rahmat dalam Mencari Nafkah Langsung Hilang Ketika Lihat Senyum Anaknya


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Bukan dengan cara rebahan dan beristirahat di tempat tidur, bagi Rahmat (45), rasa lelahnya setelah menempuh perjalanan puluhan kilometer selama menjajakan bale bambu atau kursi bambu akan hilang cukup dengan melihat senyum buah hatinya.

“Kalau saya pulang anak tuh senang. Ya mungkin mereka juga khawatir kalau saya kerja begini kan jauh bisa sampai mana aja selakunya bale. Lelahnya keganti sama senyum mereka di rumah lah,” ucapnya, dilansir TribunJakarta.com.

Rahmat, memang jarang berkumpul bersama keluarga tercintanya. Jadwal pulangnya ke rumah tidak pernah menentu, tergantung cepat atau lambannya bale bambu terjual.

“Ini dari Cibinong (rumahnya). Saya keliling kemana aja. Yang penting bale yang saya bawa laku terjual buat kebutuhan anak dan istri di rumah,” katanya saat ditemui di Bekasi.

via: tribunnews.com

Diakui oleh Rahmat, profesi yang telah ditekuninya sejak usia 16 tahun ini memang dirasa berat dan melelahkan. Tapi sekali lagi, kehadiran keluarga lah yang terus mendorongnya, memberi semangat dalam mencari nafkah.

“Saya selalu berdoa supaya balenya cepat laku. Bukan karena beratnya ini bale jadi kepengin cepat laku. Tapi lebih ke waktu buat keluarga aja,” tuturnya.

Dalam setiap penjualan bale bambu, Rahmat sendiri hanya mendapat keuntungan sekitar Rp 140 ribu dari harga penjualan Rp 400 ribu-450 ribu, karena harus dipotong biaya transport Rp 40 ribu dan makan Rp 20 ribu.

“Tapi saya tetap alhamdulilah. Angka segitu lumayanlah buat saya dan keluarga. Lelahnya saya kan terbayar sama kebahagiaan mereka,” kata Rahmat.

More From: Berita Menarik