Tangan Pelajar SMK ini Putus Akibat Tebasan Celurit, Dokter: Operasinya Rumit dan Butuh Banyak Biaya


Kondisi Pelajar SMK Bekasi yang Tangannya Putus Usai Duel Celurit di RS Medirosa II Cikarang. - Warta Kota/Muhammad Azzam
Kondisi Pelajar SMK Bekasi yang Tangannya Putus Usai Duel Celurit di RS Medirosa II Cikarang. - Warta Kota/Muhammad Azzam

Palingseru.com – Topik Hidayatulloh (20) siswa kelas 3 SMK Citra Mutiara yang telapak tangan putus disabet celurit pada Jumat (6/12/2019) lalu, sudah mulai membaik.

Topik yang dirawat di Rumah Sakit Medirosa II, Cikarang masih harus menjalani pemulihan usai pascaoperasi pada Sabtu (7/12/2019) lalu.

Dokter RS Medirossa, tempat korban dirawat, dr. Titi, menjelaskan operasi pada Sabtu lalu, untuk menutup bagian pergelangan tangan kiri yang terputus itu agar lebih rapih.

“Operasi itu biar aliran darah berhenti dan lebih rapi. Termasuk agar tidak terjadi infeksi,” ujar Titi, Senin (9/12/2019).

Akan tetapi, telapak tangan yang putus tidak bisa disambung kembali.

“Secara medis, telapak tangannya yang putus itu tidak bisa disambung lagi. Untuk kondisi pasien sudah stabil pascaopersi,” ucap Titi.

Menurut Dr Teddy SpBP, dokter spesialis bedah plastik mengatakan, ketika ‘menemukan’ organ yang terputus, harus segera dilakukan penyimpan agar organ tersebut tetap bisa disambung lagi.

“Misalnya kasus terputusnya tangan yang terputus pelajar SMK di Bekasi. Ketika ada seseorang yang menemukan organ yang terputus tersebut, telapak tangan tersebut harus segera dicuci dengan air mengalir hingga bersih,” jelas dr Teddy kepada Wartakotalive.com.

Walaupun dibiayai BPJS, dokter Teddy mengakui proses penyambungan organ tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar.

Apalagi proses operasinya juga rumit, karena melibatkan daging, otot serta jaringan lainnya. Beda dengan penyambungan jari tangan misalnya.

Di jari dianggap tidak ada daging merah, sehingga ‘hanya’ menyambung tulang dan otot-otot saja.

“Operasinya itu seperti menyambung kabel-kabel (terputus di pergelangan tangan Red). Rumit dan harus telaten karena melibatkan daging merah,” kata dokter dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini.

Biasanya proses operasi juga tidak bisa dilakukan sekali tapi bisa berkali-kali tergantung kondisi pasien.

Sementara Vita ibu korban merasa bersyukur kondisi anak bungsunya ini sudah mulai membaik.

“Alhamdulillah sudah membaik mas, abis dioperasi Sabtu, 9 Desember 2019 lalu,” kata Vita, ibu korban Senin (9/12/2019).

Vita engga ditanya lebih jauh, dan hanya berharap pelakunya segera ditangkap.

“Saya minta pelaku segera ditangkap, dihukum seberat-beratnya,” singkat Vita. Wartakota

More From: Berita Menarik