Hamil 6 Bulan, Remaja Wanita 16 Tahun ini Meninggal Dunia Saat Keguguran, Pacarnya Diamankan Polisi


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Diduga kelelahan setelah pulang dari berkebun, seorang remaja 16 tahun di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara, yang tengah mengandung janin 6 bulan alami pendarahan dan kemudian meninggal dunia.

SR lantas menambah daftar panjang kasus seks bebas di luar pernikahan, di kalangan remaja. Seringnya intensitas pertemuan serta terbebasnya dari pengawasan orangtua, membuat SR dan pacarnya, DK (23) leluasa melakukan hubungan seks sebelum waktunya.

Pada akhirnya, aktivitas seks itu membuat SR positif hamil. Namun naas, di usia kandungan yang menginjak 6 bulan, SR alami pendarahan. Nyawanya tak dapat diselamatkan meski sudah mendapat penanganan dari tim medis di RSUD Bolsel.

Keluarga kemudian melaporkan pacarnya, DK ke pihak kepolisian dengan tuduhan pembiaran.

“Dilaporkan oleh ayah korban atas nama Ara Rajak.”

“Intinya melakukan pembiaran kepada anak mereka. Tapi karena pasal yang dibawah umur juga kami kenakan,” ungkap Kapolsek Bolaang Uki AKP Suharno, dilansir Tribunnews.com.

Namun tuduhan tersebut dibantah oleh DK.

DK mengaku tidak melarikan diri, dan justru ingin bertanggungjawab dengan menikahi korban. Dia bahkan sudah menentukan tanggal pernikahan dengan SR.

“Rencananya awal tahun depan, di minggu pertama,” ucap dia.

Keduanya juga sudah merencanakan tinggal bersama di rumah DK, ketika resmi menjadi pasangan suami istri.

“Dia (korban) sudah setuju tinggal dengan saya di Desa Linawan,” terangnya.

Karena itu, dia terkejut saat dilaporkan oleh keluarga korban. Sementara di hari kejadian, DK yang bekerja sebagai anggota Tagana di Dinas Sosial Bolsel ini berangkat ke Gorontalo.

“Saya sedang berada di Gorontalo, tapi sebelum saya pergi saya minta izin ke dia (korban) dulu. Dan diizinkan.”

“Jujur saja saya tak tahu kenapa dilaporkan. Padahal saya sudah mau bertanggung jawab pada dia (korban),” tuturnya.

More From: Berita Menarik