Perut Cewek Ini Tiba Tiba Membesar Setelah Keguguran, lalu Meninggal 2 Minggu Sebelum Pernikahan


Kolase Tribunnews/ Facebook Kelvin Casidsid Semilla & Ryan Pag-asa Casidsid kejadian mengharukan dialami oleh pasangan Ryan dan kekasihnya Richielyn.
Kolase Tribunnews/ Facebook Kelvin Casidsid Semilla & Ryan Pag-asa Casidsid kejadian mengharukan dialami oleh pasangan Ryan dan kekasihnya Richielyn.

Palingseru.com – Beberapa minggu sebelum tanggal pernikahan pasangan asalah filipina ini digelar, calon mempelai lelaki harus merelakan kepergian kekasihnya.

Hal itu diketahui dari sebuah unggahannya melalui Facebook akun Ryan Pag-asa Casidsid.

Ryan menceritakan kisah cintanya sebelum takdir menjemput kekasihnya.

Ryan dan Richielyn adalah rekan satu kantor, tidak diketahui sejak kapan keduanya mulai berpacaran.

Namun dari pantauan Tribunnews melalui informasi yang ada di Facebook Richielyn Jimenezada pada 17 Januari 2019 keduanya telah bertunangan.

Ryan berhasil memberikan kejutan saat melamar Richielyn dengan bantuan teman-teman kantornya.

Suasana kala itu bercampur haru dan bahagia.

Richielyn pun menerima lamaran itu.

Pascapertunangan Ryan dan Richielyn, Richielyn dinyatakan hamil!

Namun sayang, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama.

Tony, janin yang ada di perut Richielyn meninggal pada bulan Maret 2019.

Meski begitu mereka tak ingin larut dalam kesedihan, tak lama setelah kehilangan itu Richielyn kembali bekerja seperti biasa.

Mereka lalu melanjutkan rencana pernikahan keduanya yang akan digelar pada akhir tahun.

Mulai dari mencari gaun pengantin, menyiapkan lokasi pernikahan, hingga souvenir pernikahan, semua mulai dipersiapkan.

Setelah menjalani kelas pra nikah mereka mendapat izin untuk melangsungkan pernikahan pada Sabtu (21/12/2019).

Lagi-lagi cinta mereka mendapatkan ujian.

Pada Oktober 2019, perut Richielyn semakin membesar.

Saat diperiksa, Richielyn dinyatakan tidak hamil, melainkan ia divonis mengidap penyakit asites.

Penyakit ini membuat adanya penumpukan cairan tak wajar pada perut Richielyn.

Para dokter kemudian mengambil cairan dari paru-parunya.

Pascaoperasi Richielyn harus dirawat di Rumah Sakit Metro Antipolo sekitar 2 minggu.

Baru beberapa hari setelah kepulangannya, Richielyn mengeluh sakit kepala hebat.

Ia lalu dilarikan ke Rumah Sakit Parde Pio di daerah San Mateo.

Richielyn menjalani beberapa tes medis termasuk CT scan.

Dokter terkejut saat menemukan bahwa otak Richielyn mengalami pembengkakan.

Pihak rumah sakit memberikan penjelasan kemungkinan penyebab pembengkakan otak yang dialami Richielyn.

Dokter lalu meminta pihak keluarga untuk memindahkan Richielyn ke rumah sakit yang lebih besar.

Hal itu terpaksa dilakukan karena Rumah Sakit Parde Pio tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk menangani kasus Richielyn.

Dokter merujuknya ke Capitol Medical Center hingga akhirnya Richielyn divonis menderita meningitis TB.

Penyakitnya itu membuat Richielyn hanya punya peluang hidup 30/70.

Jika Richielyn selamat dari penyakitnya, kondisinya tak akan sama seperti sedia kala.

Richielyn menderita selama berminggu-minggu, sampai akhirnya koma.

Para dokter terus berupaya untuk menyembuhkan penyakit Richielyn.

Mereka melakukan operasi untuk mengurangi cairan dan pembengkakan yang terjadi di otak Richielyn.

Operasi berjalan lancar, namun Richielyn menghembusakan napas terakhirnya beberapa hari pascaoperasi, pada Selasa (3/12/2019).

Sebelum meninggal, Richielyn berpesan pada calon suaminya untuk menguburkannya di samping makam Tony.

Meski telah meninggal, Ryan tetap ingin menikahi Richielyn.

Ryan dan Richielyn melangsungkan prosesi pernikahan sekaligus pemakaman pada Rabu (11/12/2019).

Meski Richielyn telah pergi, Ryan masih menjaga cintanya untuk istrinya itu.

Bahkan di hari pernikahan yang telah mereka rencanakan Ryan masih sempat mengunggah foto seolah hendak menikahi Richielyn.

“Im on my way Darling Richielyn Jimenez (emotikon menangis),” tulis Ryan dalam unggahannya Sabtu (21/12/2019).

Sumber: Tribunnews

More From: Berita Menarik