Kakek ini Diadili Karena Pungut Getah Karet Senilai Rp 17 Ribu


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Inilah sebuah kisah memilukan yang dialami oleh seorang kakek bernama Samirin (69).

Dirinya dijatuhi tuntutan 2 bulan 4 hari, dari yang sebelumnya 10 bulan oleh jaksa hanya karena mengambil karet getah sisa senilai Rp 17.400 di perkebunan milik PT Bridgestone, Kecamatan Tapian Nauli, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Dalam kasus tersebut, Samirin dinyatakan bersalah dan melanggar UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.

Dilansir TribunJakarta.com, kasus yang menimpa kakek Samirin terjadi pada dua bulan lalu. Saat itu, kakek yang memiliki 12 cucu ini sedang menggembala sapi. Di saat bersamaan, dia memungut getah pohon karet sisa untuk dibelikan rokok.

“Ambil untuk beli rokok. Ini dijual kepada orang-orang yang menampung. Baru itu ambil getah karet,” ujarnya di ruang persidangan, Rabu (15/1).

Tak diduga, aksinya itu tepergok oleh satpam perkebunan yang selanjutnya diadukan ke pihak atasan.

Untungnya, masa penahanan kakek Samirin telah berakhir. Dia kini telah dapat kembali berkumpul bersama istri tercinta, anak dan cucu-cucunya di rumah, yang selalu setia menjenguk serta hadir di persidangannya.

Bahkan kebebasannya disambuk tangisan histeris keluarga.

“Terima kasih kakek sudah bebas. Nenek senang bisa berkumpul lagi. Kakek bisa jumpa dengan cucu dan anak,” kata istrinya, Samiati dengan air mata mengalir.

Keluarga lantas kemudian melakukan aksi kumpulkan koin yang ditujukan untuk ganti rugi getah pohon karet yang diambil kakek Samirin. Anggota DPR RI Hinca Panjaitan bahkan juga ikut menyumbang koin.

“Ya, ini kami koin untuk mengganti kerugian yang dialami PT Bridgestone,” ujar Agus Supriadi, anak kakek Samirin.

via: tribunnews.com

More From: Berita Menarik