Prostitusi Anak di Jakarta, Korban Hanya Dibayar Rp 60 Ribu Sedangkan Mucikarinya Bisa Dapat Sampai Rp 2 Miliar Dalam Sebulan


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Saat ini, Indonesia turut menjadi salah satu negara dengan rumah bordil dan jaringan prostitusi terbanyak. Hal ini terbukti dengan banyaknya jaringan prostitusi yang dibongkar aparat kepolisian hampir di setiap harinya.

Terbaru, bisnis esek-esek berkedok kafe di Kelurahan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara. Mirisnya, sang mucikari yang dipanggil dengan sebutan ‘Mami’ turut merekrut anak di bawah umur.

Seperti dilansir Tribunnews.com, mereka adalah anak-anak perantauan yang ingin mencari pekerjaan di Jakarta. Oleh dua rekan Mami, F dan TW, mereka ditawarkan pekerjaan dengan diiming-imingi gaji besar melalui obrolan di media sosial. Para korban yang tergiur lantas termakan jebakannya.

“Kemudian dia jual kepada dua orang Mami ini, seharga Rp 750 ribu sampai Rp 1,5 juta,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus.

Mereka kemudian ditempatkan di penampungan yang telah disediakan dan terjaga ketat, agar mereka tidak melarikan diri.

Di sana, mereka dipaksa untuk melayani sedikitnya 10 laki-laki hidung belang dalam satu hari.

“Untuk menemani minum di sana, kemudian sampai dengan menemani berhubungan badan,” terang Kombes Pol Yusri.

Ironisnya, para korban hanya menerima upah sebesar Rp 60 ribu dari pelayanan tersebut.

Bayaran yang diterima korban harus dibagi dengan sang mucikari, yang mengambil untung lebih besar yakni Rp 90 ribu, dari tarif Rp 150 ribu.

“Omsetnya bahkan mencapai Rp 2 miliar dalam sebulan,” kata Kombes Pol Yusri.

Para mucikari kini telah diamankan di Rutan Polda Metro Jaya. Mereka akan dijerat dengan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Juncto Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP.

More From: Berita Menarik