Prostitusi Anak di Kalibata, Hanya Diberi Uang Sedikit Gadis 15 Tahun Dipaksa Hubungan Badan dengan 4 Pria


via: tribunnews.com/Gambar Ilustrasi

Palingseru.com – Kasus prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur di Kalibata yang baru-baru ini berhasil dibongkar polisi merupakan buntut dari laporan anak hilang oleh salah satu orangtua korban.

Sebelum kasus itu terungkap, orangtua korban dari gadis 15 tahun berinisial JO telah lebih dulu melaporkan kehilangan putrinya pada November 2019.

Ternyata, selama itu, JO direkrut oleh ZMR (16) dan AS (17). Kedua tersangka sebelumnya menawarkan pekerjaan mudah dengan pendapatan besar kepada korban melalui media sosial, yang sebenarnya modus perangkap para tersangka.

Korban JO lantas dijual dan dipaksa melayani empat pria hidung belang dalam seharinya.

“Rata-rata korban dipaksa minimal empat pria tiap hari ya,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Bastoni Purnama.

Bahkan dalam sebuah video yang sengaja direkam, korban terlihat dianiaya dan sempat dicekoki minuman keras (miras) oleh dua mucikari dan empat tersangka lainnya, yakni NA (15), MTG (16), NF (19), dan JF (29).

“AS bertindak memberikan minuman vodka dan gingseng, merekam korban JO dalam keadaan telanjang, menyuruh MTG untuk mengikat korban JO. Dia juga berperan mengelola hasil transaksi,” terang Kapolres, dikutip Tribunnewswiki.com.

Sementara untuk tarif kencan dipatok mulai dari harga Rp 350.000 sampai Rp 900.000. Kendati demikian, korban hanya mendapat bayaran sangat murah dari pelayanan tersebut.

“Dari jumlah tersebut mereka mendapatkan atau disetorkan ke pelaku Rp 100.000 kemudian Rp 50.000 ke joki kemudian sewa apartemen perharinya Rp 350.000,” kata Kapolres.

Kini, keenam tersangka telah diamankan dan mereka akan dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 76 C junto pasal 80 UU no 35 tahun 2004, pasal 76 ayat 1 junto pasal 8 UU no 35 tahun 2004, dan pasal 170 KUHP, dengan ancaman tujuh tahun penjara.

“Dan Pasal 76 ayat 1 junto Ayat pasal 8 itu menempatkan membiarkan atau menyuruh melakukan secara eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual terhadap anak dengan ancaman 10 tahun penjara,” tambah Kapolres.

More From: Berita Menarik