Klinik Aborsi Ilegal di Gerebek Polisi, Dokter Telah Gugurkan 903 Janin


via: today.line.me

Palingseru.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya baru-baru ini berhasil membongkar praktik ilegal aborsi di klinik tanpa nama di Jakarta Pusat, yang telah berjalan selama hampir 2 tahun, tepatnya 21 bulan.

Selama itu, klinik tersebut telah menangani ribuan pasien. Dari data, sedikitnya ada 1.632 pasien yang mendatangi klinik yang dijalankan tiga orang tersebut.

“Klinik ini tanpa nama, tetapi klinik ini dikenal Klinik Aborsi Paseban kalau disosialisasikan melalui website,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Adapun tiga orang yang dimaksud, yakni MM alias Dokter A, yang berperan sebagai menggugurkan kandungan, kemudian bidan RM, yang mengiklankan klinik secara online, serta SI, sebagai karyawan, melansir today.line.me.

“Dia (MM) ini memang dokter, pernah menjadi PNS di Riau tetapi karena desersi enggak pernah masuk, dia dipecat,” ungkap Kombes Yusri Yunus.

Ketiganya sendiri merupakan residivis kasus yang sama. Namun hukuman pidana selama 3 tahun tak membuat mereka jera. Malah, klinik aborsi mereka saat ini berkembang pesat.

“Hampir seluruh Indonesia datang ke sini,” ucap Kombes Yusri Yunus.

via: today.line.me

Hingga sejauh ini, praktik aborsi yang dilakukan sudah sebanyak 903 kali. Tarif yang dipasang untuk aborsi sangat bervariasi, besaran nominalnya tergantung dari usia janin.

“(Janin berusia) sebulan (tarifnya) Rp 1 juta, (janin berusia) 2 bulan (tarif) Rp 2 juta, (janin berusia) 3 bulan (tarif) Rp 3 juta, (janin berusia) di atas itu (tarifnya) Rp 4-15 juta,” terang Kombes Yusri Yunus.

Kini, ketiga tersangka praktik aborsi harus kembali merasakan hidup di hotel prodeo, dengan kurun waktu 10 tahun, sesuai Pasal 83 Juncto Pasal 64 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76, Pasal 77, Pasal 78 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 ayat (2) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Juncto Pasal 55, 56 KUHP.

More From: Berita Menarik