Ngeyel Lakukan Susur Sungai dan Abaikan Warga, Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Akhirnya Jadi Tersangka


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Kasus hanyut dan meninggalnya beberapa anggota pramuka yang melaksanakan susur sungai di Kali Kempor, Sleman pada Jumat (21/2/2020) kini sudah ditindaklanjuti pihak kepolisian, dan telah masuk ke tahap penyidikan.

Sedikitnya, ada 7 pembina pramuka SMPN 1 Turi, Sleman yang diperiksa penyidik kepolisian dari Polres Sleman dan Polda DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta).

“Kita sudah lakukan pemeriksaan kwartir daerah tentang bagaimana SOP (Standar Operasional Prosedur) pelaksanaan Pramuka yang punya resiko tinggi. Sementara pembina Pramuka yang sudah diperiksa sebanyak 7 orang. Pembina yang diperiksa yang terlibat dalam kegiatan Pramuka kemarin,” ungkap Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto, dilansir dari TribunMedan.com.

Dari hasil penyidikan tersebut, pihak kepolisian telah menetapkan satu orang tersangka.

“Saat ini, sudah ada 1 dari saksi ditetapkan menjadi tersangka, pria berinisial IYA,” papar Kombes Pol Yulianto.

“Sementara ini, tersangka sedang dilakukan pemeriksaan selanjutnya dan BAP,” timpalnya.

Adapun pasal yang disangkakan kepada tersangka, diantaranya 359 dan 360 KUHP. Yaitu, pasal kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia, dan kelalaian yang menyebabkan orang lain luka-luka.

via: tribunnews.com/Salah satu korban dimakamkan
Ngeyel dan Abaikan Peringatan Warga

Sementara itu, diketahui bahwa para pembina Pramuka, terutama tersangka IYA, mengabaikan peringatan warga terkait kegiatan susur sungai, yang dilakukan pada musim hujan.

Hal ini turut disampaikan oleh Dosen UGM Bagas Pujilaksono Widyanigara melalui postingannya.

Bagas yang geram mengetahui fakta itu bahkan kini berusaha mencari keadilan untuk para siswa, terutama korban meninggal dunia, dengan mempidanakan pihak-pihak terlibat.

#PIDANAKAN KEPALA SEKOLAH SMP NEGERI TURI 1, SLEMAN yogyakarta.

#Ir. KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc., Lic.Eng., Ph.D.
UNIVERSITAS GADJAH MADA, YOGYAKARTA

#Salam berduka yang mendalam,
Berita hanyutnya beberapa murid SMP Negeri Turi 1 dan menelan korban jiwa, bukan musibah. Murni kebodohan, dan keteledoran Kepala Sekolah, guru-guru dan pembina pramuka.

KEPALA SEKOLAH, GURU-GURU DAN PEMBINA PRAMUKA HARUS BERTANGGUNG JAWAB. JANGAN HANYA MINTA MAAF!

Musim hujan, anak didik disuruh susur sungai? Mengapa bukan Kepala Sekolah, guru-guru dan pembina pramukanya yang susur sungai? Otaknya dimana?

Saya dapat informasi, kalau acara susur sungai sudah diingatkan warga. Namun gurunya menjawab mati hidup ada di tangan Allah…guru goblog! Kenapa bukan Kepala Sekolah, guru-guru dan pembina pramuka SMP Negeri Turi 1 yang mati? Kenapa harus anak didik?

Pidanakan Kepala Sekolah, guru-guru dan pembina pramuka SMP Negeri Turi 1, Sleman.

Perlu ada evaluasi menyeluruh perihal pelaksanaan kegiatan pramuka di sekolah.

Saya sangat sedih dan berduka yang mendalam.

Terimakasih. Viralkan!

Yogyakarta, 2020-02-21
Hormat saya,
(KPH. BP. Widyakanigara)

More From: Berita Menarik